Breaking News

Bank Aceh

Masyarakat Dirundung Pilu, Kata Indonesia Terserah Covid 19

Masyarakat Dirundung Pilu, Kata Indonesia Terserah Covid 19

Oleh : Sartika

MASYARAKAT semakin hari semakin dilanda rasa ketakutan, kebingungan, kemiskinan. Bagaimana tidak haripun terus barganti hari bulan terus berganti bulan, namun keadaan semakin menunjukkan penderitaan.

Korban covid 19 yang semakin melunjak seakan menerangkan semakin banyaknya manusia yang tidak taat pada aturan yang yang telah ditearapkan.

Tidak bisa dipungkiri himbauan di rumah saja telah sampai keseluruh penjuru dunia, namun fakta berkata lain himbauan ini seakan-akan sebuah permainan semata.

Ada lagi yang lebih menyakitkan telinga, menusuk luka yang belum kering yaitu viralnya kata “Indonesia terserah” kata ini seolah memberikan makna tidak ada teguran yang lebih keras selain Indonesia terserah, makna ini bila dipandang oleh rakyat miskin seolah-olah menyatakan rakyat tidak peduli akan himbauan yang diterapkan dan tidak peduli terhadap para pejuang yang rela mati akibat memperjuangkan nyawa seorang yang bila tidak diselamatkan meninggalakan bekas luka yang mendalam bagi keluarganya.

Sementara bila dipandang para pejuang (tenaga medis) covid 19 menunjukkan mereka seakan tidak diperdulikan, bahkan perjuangan mereka seakan tidak memberikan keuntungan “sia-sia” mereka para pejuang paling utama yang juga memiliki harapan yang sama seperti kita yaitu hidup dalam keadaan yang selalu sehat dan bahagia.

Kekecewaan mereka ini harus dipandang dengan jiwa yang tenang dan pikiran yang cemerlang karena mereka berjuang siang dan malam, bahkan ada yang meninggalkan keluarga tersayangnya.

Mengenai berita ini pemerintah harus membaca ulang dengan lantang kenapa tulisan Indonesia terserah ini muncul ditelinga yang bisa mengeluarkan air mata bila hanya dikenang, tentunya kata ini membolehkan rakyat untuk kembali turun kelapangan untuk meneruskan pekerjaan yang menjadi tututan untuk melangsungkan kehidupan, bahkan melakukan kegiatan yang seperti biasa dilakukan sebelum larangan dirumah saja( lockdown).

Bila kata ini dilakukan oleh rakyat Indonesia lantas apa guna anggaran pemerintah yang telah janjikan dan bahkan sudah berjalan meski masih jadi perbincangan akibat tidak tepat sasaran, aturan yang diterapkan kepada rakyat seolah menjadi kajian ulang karna masyarakat dilanda kata Indoneia terserah.

Mengingat kata Indonesia terserah apakah anggaran yang diterapkan pemerintah boleh juga dikatakan sebagai anggaran terserah karena anggaran yang dijanjikan seakan-akan terserah kemana arah dan tujuannya, ruginya rakyat akibat anggran yang diterapkan seolah-olah dipandang sebagai penyelamat hidup semua rakyat yang terdampak vicus corona (covid 19).

Tapi sayangnya mata ini tetap bisa menyaksikan hanya sebagian rakyat saja yang bisa terselamatkan
Walhasil masa ini adalah masa yang paling mengerikan bagi rakyat dimana penguasa tidak bisa jadi jaminan untuk kesejahtraan dan keselamatan.

Dimana penguasa tidak bisa lagi melihat rakyatnya yang sedang mmpertaruhkan nyawa demi segengam nasi untuk mempertahankan hidupnya, mestinya masa-masa seperti inilah para penguasa harus bersama rakyatnya untuk bersama memperjuangkan agar tidak berlama-lama dalam kepahitan yang tak kunjung hilang.

Bahkan selalu mengincar kebahagiaan seseorang
Untuk para penguasa berhati-hatilah dengan hati rakyat karena media boleh viral dengan kata Indoneia terserah bukan berarti penguasa pun harus viral dengan kata terserah itu sekarang.

Kepercayaan rakyat ada ditanganmu jangan sempat perlakuanmu yang semena-mena mengharuskan rakyat tidak menghormati dan tidak tunduk pada aturanmu karna akibat keegoisanmu yang semakin meningkat.

Penulis Adalah : Mahasiswi UINAR Banda Aceh.

Sponsored:
Loading...