Breaking News

Malik Mahmud Sebut Upaya Pemekaran Provinsi Itu, Bodoh

Malik Mahmud Sebut Upaya Pemekaran Provinsi Itu, Bodoh

Takengon, BERITAMERDEKA.net - Wilayah Tengah Provinsi Aceh, membuat Komite Peralihan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) terus berupaya melobi pemerintah pusat agar membentuk provinsi baru di Aceh.

Hal tersebut tidak mendapat persetujuan dari Ketua Majelis Tuha Peut Partai Aceh yang juga Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, menyinggung soal isu pemekaran provinsi melingkup beberapa kabupaten di wilayah di Aceh.

Malik Mahmud menyatakan, ketidak setujuannya pada saat membuka Acara Raker Partai Aceh di kota dingin Takengon tersebut. Wali Nanggroe menganggap, pemekaran provinsi hanya sebagai upaya pecah belah yang dilakukan berbagai pihak.

“Ada upaya pemekaran provinsi, itu bodoh sekali. Mereka tidak baca sejarah,” ujar Malik Mahmud Al Haytar, di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Minggu (28/03/2021).

Malik Mahmud menjelaskan, sejarah Aceh secara rinci pada abad ke 12 agama Islam masuk ke Indonesia, pertama sekali di Aceh di Samudera Pasai, Peureulak wilayah Aceh disatukan oleh satu Sultan Aceh asal Gayo.

"Aceh menjadi salah satu daerah yang kuat,  jangan dipecah belah lagi," terang Malik Mahmud.

Tambah Malik Mahmud, jika Aceh dipecah-belah, akan menjadi bangsa yang lemah, harta kekayaan, seperti emas akan diambil oleh orang. Jadinya Aceh menjadi miskin.

"Emas kita akan diambil. Kita harus bersatu pertahankan Aceh, Kalau perlu nyawa kita korbankan untuk mempertahankan,” tegas Malik Mahmud.

Terakhir Malik Mahmud berpesan agar rakyat Aceh mempelajari dan memahami sejarah Aceh, agar terus bersatu tanpa perpecahan.

"Pelajari sejarah, kita adalah bangsa yang kuat, kejayaan panglima perang perempuan Aceh, Malahayati yang punya sumbangsih terhadap kejayaan Aceh," tutup Malik Mahmud. | Roma |

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...