Breaking News

Mahalli: GPEI Siap Dukung Pemerintah Tingkatkan Ekspor

Mahalli: GPEI Siap Dukung Pemerintah Tingkatkan Ekspor

Medan, BERITAMERDEKA.net-Gabungan Perusahaan Ekspor.Indonesia.(GPEI) menyatakan kesiapannya dalam mendorong ekspor berbagai produk UMKM daerah termasuk Aceh dalam upaya memulihkan ekonomi nasional yang memprihatinkan.

"GPEI juga siap mendukung pemerintah dalam meningkatkan ekspor.Indonesia dalam rangka pemulihan ekonomi nasional," ujar Ketua DPP GPEI, Khairul.Mahalli.saat berbicara kepada.Beritamerdeka melalui telpon selular dari Jakarta, Minggu, 21/2/2021.

Dia.mengemukakan itu terkait HUT ke 60.GPEI yang jatuh 21.Frebuari 1961-21.Fenruari 2021dengan.mengambil tema.GPEI Siap Mendukung Pemerintah untuk Meningkat Ekspor dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.

Mahalli yang juga Ketua Umum Kadin Sumut ini mengakui angka pertumbuhan ekonomi nasional sangat rendah akibat pandemi Covid 19. Tekanannya luar biasa hingga ke daya beli masyarakat menurun signifikan.

Lantas apa langkah pemerintah untuk menggenjot ekspor negeri ini dan memulihkan daya beli.mayarakat. Ini sebuah tantangan yang tidak ringan di tengah pandemi yang belum berkesudahan.

."Kalau kita melihat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) seperti disebutkan Bank Indonesia (BI) diprakirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal. NPI keseluruhan 2020 diprakirakan mengalami surplus agaknya masih menubuhkan harapan," kata Mahalli.

Kemudian ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang meningkat serta defisit transaksi berjalan yang menurun. Kinerja terkini menunjukkan aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik terus berlanjut.

BI lanjut Mahalli melihat dari investasi portofolio yang mencatat net inflows sebesar 8,5 miliar dolar AS dari periode Januari hingga 16 Februari 2021.

Sementara itu, neraca perdagangan pada
Januari 2021 mencatat surplus sebesar 1,96 miliar dolar AS, melanjutkan surplus yang telah terjadi sejak Mei 2020. Kinerja positif itu dipengaruhi oleh ekspor yang kembali mencatat kenaikan sebesar 12,24% (yoy), ditopang terutama oleh permintaan dari Tiongkok, Amerika Serikat.

Bukan hanya itu Jepang, serta kenaikan harga komoditas global. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2021 tercatat sebesar 138,0 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Memang kalau melihat data BI ini agaknya menggembirakan karena ke depan, defisit transaksi berjalan diprakirakan tetap rendah yaitu sekitar 1,0%-2,0% dari PDB pada tahun 2021, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia.

BI kata Mahali tetap menjaga nilai tukar Rupiah menguat didukung langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia dan
berlanjutnya aliran masuk modal asing ke
Nilai tukar Rupiah.

"Kita berharap apa yang disajikan BI ke publik menjadi kenyataan. Namun yang paling.penting aplikasi di lapangan dan kemudahan bagi pelaku usaha termasuk bagi UMKM sebagai ujung tombak pemulihan ekonomi nasional," ujar Mahalli.(BACHTIAR A)

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...