Breaking News

Bank Aceh

Libatkan Dua Pawang, Harimau Berhasil Digiring Masuk Perangkap

Libatkan Dua Pawang, Harimau Berhasil Digiring Masuk Perangkap
Masuk perangkap

Aceh Selatan, BERITAMERDEKA.net - Dengan melibatkan dua pawang (ahli), meliputi pawang harimau dan pawang hutan. Akhirnya harimau yang berkeliaran di pemukiman penduduk berhasil digiring masuk perangkap, setelah 10 hari ditunggu.

Si Nenek yang sudah resahkan masyarakat Aceh Selatan, khususnya warga Kecamatan Trumon Timur, akhirnya terperangkap.

Nenek sebutan yang kerap digunakan masyarakat untuk hewan buas jenis harimau sumatera ini masuk perangkap yang dipasang tim BKSDA Tapaktuan setelah sepuluh hari  pemasangannya berlangsung.

Sarwani Sabee (83) pawang harimau asal Kecamatan Kuala Bubon, Kabupaten Aceh Barat yang ikut dilibatkan dalam tim BKSDA Tapaktuan mengatakan, harimau yang nakal saja yang ditangkap karena sudah menggangu masyarakat.

“ Kita hanya membantu masyarakat dan penangkapan ini tidak terlepas dari kerjasama semua pihak, BKSDA, TNI/Polri serta dukungan masyarakat,” katanya merendah kepada awak media yang langsung turun kelokasi karantina sementara, di CRU (Conservation Response Unit) Gajah Trumon, desa Naca Kecamatan Trumon Tengah, sekitar 75 kilometer dari Tapaktuan, Senin 15 Juni 2020.

Kepala Resort BKSDA Aceh Selatan, Wirly menunjukkan harimau yang berhasil masuk perangkap


Ia mengakui dalam hutan terdapat banyak harimau, hanya saja yang sudah menggangu kehidupan masyarakat kita perangkap, agar masyarakat tidak dalam kecemasan, meskipun hewan ini termasuk yang dilindungi.

Menurut dia, lambatnya proses penangkapan ini dikarenakan banyaknya kerumunan masyarakat saat mendengar harimau sudah mendekati perangkap yang dipasang sekira 100 meter dari perkampungan warga. “ Ya, harimaunya lari lagi, Insya Allah hari kesepuluh, hari ini, kita berhasil, ” ujar pawang yang kerap dilibatkan dengan BKSDA Aceh dalam logat acehnya yang kental.

Kepala Resort BKSDA Aceh Selatan Wirly menyebutkan harimau masuk perangkap diprediksi pukul 10.00 Wib, berjeniskelamin betina dengan ukuran panjang 2,7 meter dan usia diperkirakan tiga tahun.

“Umpan yang kami dipasang diperangkap berada di dusun Ie Alim desa Jambo Dalem seekor kambing dan untuk tepatnya waktu masuk perangkap kami lihat dahulu direkaman yang masih dalam proses edit,” terang Wirly seraya berujar  kondisi harimau dalam keadaan sehat hasil periksaan oleh tiga dokter hewan dari BKSDA Aceh.

Keterangan Wirly, sebelum Ramadan pihaknya sudah berada di daerah desa jambo dalem dan desa kapa sesak selama dua minggu dan tidak menemukan adanya aktifitas Harimau. “Setelah lebaran kami diperintah lagi dan diberi waktu 10 hari ternyata hari kesepuluh baru tertangkap, dan kami yakin harimau ini yang selalu menampakan diri di dua desa itu,” ungkap Wirly.

Kata dia, untuk sementara Harimau yang dikurung dalam perangkap buaya itu diamankan di CRU Gajah Trumon sambil menunggu arahan dari Kepala BKSDA Aceh untuk tindakan selanjutnya akan dibawa kemana sibelang itu.

Amatan wartawan dilokasi saat itu, kondisi tubuh Harimau terdapat bekas luka sayat kecil dibeberapa tempat yang diduga akibat benturan yang dilakukannya saat masuk perangkap.

Tim BKSDA Tapaktuan dalam penangkapan itu juga melibatkan warga setempat, Suud yang sudah bergabung sejak 2018 saat dimulainya konflik satwa manusia sebagai penunjuk jalan di dalam rimba daerah itu. | herian syahputra |


Sponsored:
Loading...