Breaking News

LBH Banda Aceh Gelar Pameran dan Pertunjukan Seni 16HAKtP Aceh

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net- Terkait memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh akan mengkampanyekan melalui gelaran pameran dan pertunjukan seni selama 16 HAKtP yang akan digelar mulai dari tanggal 25 November sampai 10 Desember.

"Kampanye perdana di Aceh, yang akan kami lakukan merupakan bagian dari kampanye internasional yang dikenal dengan 16 HAKtP," ujar Direktur LBH Banda Aceh, Syahrul, SH. MH., dalam keterangan persnya yang diterima redaksi BeM, Selasa (23/11/2021).

Tentu saja bukan tanpa alasan mengapa kampanye antikekerasan terhadap perempuan digelar secara maraton selama 16 hari, sebut Syahrul.

Seperti diketahui, dalam rentang waktu 25 November sampai 10 Desember terdapat beberapa hari penting yang menjadi bagian dari 16HAKtP. Yaitu, Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan (25 November), Hari Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia (29 November), Hari AIDS Sedunia (1 Desember).

Lalu, Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan (2 Desember), Hari Internasional bagi Penyandang Disabilitas (3 Desember), Hari Internasional bagi Sukarelawan (5 Desember), Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan (6 Desember), Hari Pembela HAM (9 Desember), Hari HAM Internasional (10 Desember). 

Sampai detik ini, selain mengalami subordinasi atau berada di bawah laki-laki hampir dalam segala hal, perempuan juga mengalami kekerasan atau ditindas secara kultural dan struktural. Sebagai catatan, Komnas Perempuan (2020) menyatakan bahwa setiap jam, ada tiga perempuan yang mengalami kekerasan, terutama secara seksual, ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang diekspose oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DPPPA), per triwulan III tahun 2021, terjadi 357 kasus kekerasan terhadap perempuan yang tersebar di 23 kabupaten/kota provinsi provinsi tersebut.

Dari 357 kasus terbagi, terdapat 594 bentuk kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan di provinsi itu, yaitu, KDRT (213); kekerasan fisik (78); kekerasan psikis (125); penelantaran (106); pemerkosaan (18); seksual (13); trafficking (1); dan lain-lain (40). 

Karena itu, katanya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh menginisiasi kegiatan yang besar menjadi bagian dari kampanye internasional 16HAKtP, sebuah ekshibisi yang akan menjadi tonggak sejarah bagi perlawanan atas segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, terutama di Aceh.

Bentuk kegiatan yang menjadi rangkaian 16HAKtP ini, yaitu, diskusi publik yang memiliki 14 tema berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan juga kelompok rentan lainnya. Selanjutnya, pameran seni rupa dengan berbagai karya yang digarap oleh para seniman yang tergabung di dalam Komunitas Tikar Pandan, Apotek Warna, Komunitas Kanot Bu, Camp Kulu, Kana Art Galeri, ISBI Aceh, dan lainnya.

Karya-karya yang akan ditampilkan nantinya berupa lukisan; mural; sound art; instalasi; dan pertunjukan seni. Pertunjukan seni yang dimaksud antara lain, musik; hikayat; puisi; teater; dan pemutaran film.

Seluruh kegiatan akan dipusatkan di alun-alun kantor LBH Banda Aceh, yang beralamat di Jalan Sakti Lorong LBH Banda Aceh No. 01 Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, pungkas Syahrul. |*|

Editor:
Sponsored:
Loading...