Breaking News

Lara yang Tersisa di Palka Apung

Lara yang Tersisa di Palka Apung

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Deretan nama korban bencana memenuhi dinding-dinding monumen duka di objek wisata sejarah tsunami PLTD Kapal Apung di Punge Blang Cut, Jaya Baru, Banda Aceh.

Ketika memandang itu, tersirat kesan duka tak henti mengingatkan pada sebuah bencana yang terus membekas di ingatan rakyat Aceh, khususnya warga sekitar kawasan Punge Blang Cut.

Itulah sepotong kisah tragedi tersuruknya kapal “raksasa” di tengah pemukiman warga pada bencana ganda gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Saat itu, 200 ribu lebih jiwa para syuhada terpisah dari raganya.

Kapal kelistrikan PLTD Apung-I itu menjadi bukti sejarah betapa keras hantaman gelombang tsunami yang menyapu rumah-rumah warga tak bersalah.

Kapal yang sejatinya berfungsi sebagai pemasok listrik untuk Kota Banda Aceh di masa konflik itu berakhir menjadi bangkai kapal tak bernakhoda, teronggok kaku berganti peran menjadi situs sejarah.

Faisal, pria berbaju merah dalam video reka ulang tsunami yang ditayang di dalam kapal PLTD Apung 1, dengan ekspresi sedih bercerita dia melihat kapal itu timbul tenggelam dibawa arus air laut bercampur lumpur hitam hingga ke daerah Lampaseh.

Lalu, kapal pengangkut mesin listrik tenaga diesel berbobot 2.600 ton itu terombang-ambing dari pelabuhan Ulee Lheue hingga akhirnya terdampar dan menyeruduk rumah-rumah warga di Desa Punge Blang Cut.

Dari tujuh pekerja kapal kelistrikan, hanya satu yang selamat, enam di antaranya hilang entah kemana.

Kini, di ruang kapal PLTD Apung yang sudah dijadikan museum, masih tersisa pakaian kerja awak kapal. Pakaian-pakaian itu terlipat rapi dan tertinggal di ruang cuci pakaian. Semua sudah tersusun dan tersimpan di dalam kaca lemari usang. Barang-barang peninggalan awak kapal itu menjadi item antik situs sejarah tsunami Aceh.

Selain kapal, masjid Subussalam juga menjadi saksi satu-satunya bangunan yang selamat dan masih utuh setelah dihempas gelombang laut dan gempa berskala 9.1 SR,

Bahkan, masjid kebanggaan warga Punge Plang Cut itu menjadi tempat warga Punge berlindung dan selamat dari keganasan air laut yang menewaskan ratusan ribu jiwa rakyat Aceh kala itu.

Minggu siang, 10 Januari 2021, kami mengunjungi bangkai PLTD Kapal Apung di kawasan Punge Blang Cut, Banda Aceh, tak jauh dari kantor redaksi beritamerdeka.net. Dari jejak yang kami telusuri, lara warisan petaka ganda itu masih kuat membekas di palka PLTD Apung yang teronggok kaku dan bisu. NISA

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...