Breaking News

Kutuk Pelaku Kejahatan Pencabulan, Mahasiswa Abdya Turun Kejalan  

Kutuk Pelaku Kejahatan Pencabulan, Mahasiswa Abdya Turun Kejalan  
Puluhan mahasiswa saat menyampaikan orasi terhadap tindakan kekerasan seksual pada anak dibawah umur. Kamis (26/11/2020). Foto Mustafarudin

Blangpidie, BERITAMERDEKA.net - Sebagai ketidak puasannya,
Puluhan Mahasiswa Kabupaten Aceh Barat Daya ( Abdya) menggelar aksi turun kejalan untuk mengutuk dan mengecam keras pelaku pencabulan anak dibawah umur,yang terjadi baru -baru ini di kabupaten setempat.

Dalam aksinya para mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP), juga mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah, Abdya mengingatkan kepada para orang tua, untuk selalu menjaga anak mereka dari bentuk kekerasan atau prilaku tidak senonoh, yang dapat merusak mental anak.

Hendra Yusribar, selaku Koordinator Lapangan (Korlap), dalam orasinya mengutuk dan mengecam keras tindakan pelecehan seksual, terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Abdya. Untuk itu, mendorong Pemkab Abdya melalui dinas terkait, agar dapat mewujudkan Abdya sebagai wilayah yang layak bagi tumbuh kembang bagi anak.

Dalam penanganan kasus pelecehan seksual, pihaknya meminta agar dapat mengacu pada kepentingan terbaik untuk korban, tercapainya pemenuhan serta pelindungan terhadap korban sebagaimana yang diamanahkan dalam undang-undang perlindungan anak.

Selain itu, Yusbar juga mendorong Pemkab Abdya, agar berkoordinasi dengan unit P2TP2A, untuk membuat SOP kebijakan perlindungan anak, yang dapat digunakan sebagai acuan demi perlindungan anak itu sendiri.

Penegak hukum juga harus berpihak pada kepentingan anak sebagai korban kejahatan, serta memastikan supaya kasusnya cepat diproses, sehingga, terduga pelaku cabul dapat dihukum atas perbuatan yang telah dilakukannya.

Disamping itu,mahasiswa juga mendorong tokoh agama, masyarakat dan lembaga adat yang ada di Abdya, agar dapat mesosialisasikan nilai-nilai agama dan kearifan lokal, yang menghargai dan melindungi hak anak dari tindakan tidak bermoral.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi,Para mahasiswa memulai aksinya dari Lapangan Persada Blangpidie, menuju simpang Cerana, hingga tugu Bank Aceh, kawasan Mesjid Baitul Adhim, pusat Kota Blangpide.| mustafarudin |

.

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...