Breaking News

KPK Jangan Buat Kegaduhan Di Aceh, Masih  Adakah Jumat Keramat ?

KPK Jangan Buat Kegaduhan Di Aceh, Masih  Adakah Jumat Keramat ?

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Berbagai pihak berharap pihak KPK jangan membuat kegaduhan di Aceh. Artinya sistem penyelidikan terhadap pejabat Aceh membuat bingung masyarakat. Kalau memang pihak lembaga antirasuah tersebut sedang menjalankan tugas harus dijelaskan kepada publik Aceh. Sehinga tidak membingungkan semua pihak, dengan adanya isu penangkapan terhadap pejabat di tanah rencong, Kamis 3 Juni 2021.

Isu penangkapan tersebut kini menjasi pembicaraan hangat di sejumlah tempat, termasuk di warung kopi. Semua masih bertanya tanya tentang penangkapan oleh KPK dan kini sudah dibawa ke Jakarta. "Kita mendukung kerja KPK, tapi jangan juga rakyat bingung sehingga menimbulkan kegaduhan informasi di tengah masyarakat," kata Usman Lamreueng, Dosen Fisip Unaya kepada media, Jumat 4 Juni 2021.

Menurut Usman, pasca penangkapan sejumlah pejabat, publik Aceh dikejutkan dengan informasi tersebut. Hingga saat ini KPK sedang melakukan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi di Aceh. Sebagaimana Plt Jubur KPK Ali Fikri mengakui soal adanya penyelidikan kasus kapal hebat.

Sebagai warga Aceh, tambah Usman, pihaknya sangat sepakat bila pihak penegak hukum melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan anggaran. "Kami berharap KPK harus benar serius dan tidak membuat rakyat bingung, akhirnya terjadi kegaduhan informasi," ungkap pria brewok tersebut.

Karenanya, Usman berharap KPK harus serius memberantas korupsi di Aceh, agar anggaran yang begitu besar betul diperuntukkan untuk kepentingan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Aceh itu sendiri.

Sementara Ketua YARA, Safaruddin mengatakan pihaknya juga sudah mendengar adanya sejumlah pejabat Aceh yang sudah diboyong ke Jakarta oleh KPK. Dari pengalaman yang sudah sudah, setiap yang  dibawa KPK, apalagi pada hari Jumat biasa kemudian terus dipasang baju orange. "Masih adakah Jumat Keramat," tanya Safaruddin, dengan harapan semoga pejabat Aceh hanya diminta keterangan semata.

Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang melakukan penyelidikan di Aceh.Sebelumnya beredar kalau KPK sudah memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah dan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, terkait proyek pengadaan Kapal Aceh Hebat. 

"Saya mendukung KPK, dan mengapresiasi KPK yang sudah bergerak cepat dalam melakukan penyelidikan di Aceh," kata Nazaruddin Dek Gam, Jumat (4/6). Kata Dek Gam--sapaan Nazaruddin--sudah jauh-jauh hari mengundang KPK untuk memberikan perhatian khusus terhadap proses pengelolaan anggaran di Aceh. 

"Anggaran Aceh sangat besar, belum lagi ditambah dana otsus, kalau tidak ada pengawalan, Aceh akan semakin tertinggal, ini butuh campur tangan KPK," jelas Dek Gam. Dek Gam juga meminta kepada masyarakat Aceh untuk ikut memberikan mendukung kepada KPK dalam melakukan penyelidikan kasus tersebut. "Saya dalam beberapa kali rapat dengan KPK, secara pribadi selalu menyampaikan kepada Ketua KPK, pak Firli untuk melihat dan mengawal anggaran di Aceh," ungkap Dek Gam. 

Selain itu, kata Dek Gam, pentingnya pengungkapan kasus korupsi di Aceh untuk memberi kepastian hukum atas pengelolaan dana otsus yang belum berjalan maksimal dan banyak fakta dipakai untuk kepentingan bacakan. "Makanya untuk mewujudkan implementasi otsus tepat sasaran, maka proses penegakan hukum sangat dibutuhkan," tegas Politisi PAN itu

Dek Gam mengaku jauh-jauh hari juga sudah pernah melakukan pemetaan khusus bersama lembaga Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh untuk melihat fakta-fakta temuan terhadap adanya dugaan tindakan pidana korupsi di Aceh."Termasuk dalam mendorong pengungkapan perkara khusus yaitu proyek multiyears, Kapal Aceh hebat dan proyek Pembangunan Jembatan Kilangan," ungkap Presiden Persiraja itu.(*)

Sponsored:
Loading...