Breaking News

KPK Amankan Dokumen Proyek Multiyears dan Tetapkan 10 Tersangka

KPK Amankan Dokumen Proyek Multiyears dan Tetapkan 10 Tersangka

BERITAMERDEKA.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Kota Medan, Sumatera Utara pada Selasa (26/1/2021).

Penggeledahan itu terkait kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Lingkar Pulau Bengkalis (LPB) (multiyears) tahun anggaran 2013-2015 dengan tersangka Petrus Edy Susanto dkk.
“Hari ini tim penyidik KPK melakukan kegiatan upaya paksa berupa penggeledahan untuk mengumpulkan bukti terkait dengan penyidikan dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Kabupaten Bengkalis TA 2013-2015,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (26/1/2021).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyampaikan, lokasi penggeledahan dilakukan di beberapa tempat di Kota Medan, antara lain kantor dan rumah kontraktor pelaksana proyek yang terkait dengan perkara ini.

“Terletak di daerah Medan Petisah Kota Medan,” ucap Ali.
Ali menyebut, hasil penggeledahan itu mengamankan sejumlah dokumen terkait perkara dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Lingkar Pulau Bengkalis. Penyidik akan mengalisa dan menyita barang bukti yang diamankan.
“Tim penyidik akan menganalisa dan verifikasi atas dokumen dimaksud dan kemudian segera melakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” cetus Ali.

KPK menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam perkara ini. Lembaga antirasuah menduga, adanya praktik pengaturan tender, hasil pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dan pekerjaan yang kualitasnya jauh dari yang dipersyaratkan.

Pihak-pihak yang diduga terlibat mereka merupakan pejabat proyek, kontraktor/rekanan serta pihak lain yang diduga turut serta dalam proses penganggaran maupun dalam pelaksanaan proyek.
Proyek peningkatan jalan lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, tersangka yang dijerat KPK yakni M. Nasir, Handoko Setiono dan Melia Boentaran. KPK menaksir, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 156 miliar.

Sementara itu, terkait proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, kata Firli, ditaksir merugikan keuangan negara sekitar Rp 126 miliar. KPK pun menjerat M. Nasir Tirtha Adhi Kazmi, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, dan Firjan Taufa.

Selain itu, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri, lanjut Firli, terdapat potensi kerugian negara senilai Rp 152 miliar. Pada kasus ini, KPK menetapkan M. Nasir, dan Victor Sitorus sebagai tersangka.

Sedangkan terkait proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri, sambung Firli, KPK menaksir nilai kerugian negara sekitar Rp 41 miliar. KPK pun turut menjerat M. Nasir dan Suryadi Halim alias Tando.

Hasil perhitungan sementara terhadap ke empat proyek tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar total Rp 475 miliar.
Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, 10 tersangka itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk diketahui, perkara ini merupakan pengembangan dari penetapan tersangka terhadap Bupati Bengkalis, Amril Mukminin. Perkara yang menjerat Amril ini terkait dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun anggaran 2013-2015.(*)

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...