Breaking News

Korut Marah dan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Malaysia, Ternyata Ini Penyebabnya

Korut Marah dan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Malaysia, Ternyata Ini Penyebabnya

BERITAMERDEKA.net - Korea Utara mengumumkan, Jumat (19/3/2021), bahwa mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia. Langkah itu adalah protes atas keputusan pengadilan Malaysia yang mengekstradisi seorang warga Korea Utara ke Amerika Serikat (AS) untuk tuduhan pencucian uang.

Dilansir kantor berita Associated Press, Kementerian Luar Negeri Korea Utara, menyebut tuduhan itu sebagai "rekayasa tidak masuk akal dan plot belaka" yang diatur oleh AS, "musuh utama negara kita.”

Kementerian itu mengumumkan "pemutusan penuh hubungan diplomatik dengan Malaysia yang melakukan tindakan permusuhan super besar terhadap Korea Utara karena tunduk pada tekanan AS."
Kementerian juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan "membayar harga yang pantas."

Awal bulan ini, Mahkamah Agung Malaysia menolak klaim Mun Chol Myong dari Korea Utara, yang mengatakan bahwa tuduhan AS bermotif politik. MA Malaysia kemudian memutuskan bahwa dia akan diekstradisi.

Mun telah tinggal di Malaysia selama sepuluh tahun dan ditangkap pada Mei 2019 setelah pihak berwenang AS meminta agar pria itu diekstradisi. Pemerintah Malaysia menyetujui permintaan AS, tetapi Mun menolak upaya tersebut.

Dalam pernyataan tertulis, Mun membantah tuduhan oleh AS bahwa dia terlibat dalam memasok barang-barang mewah yang terlarang dari Singapura ke Korea Utara ketika dia bekerja di Singapura sebelum pindah ke Malaysia pada 2008. Tindakan Mun dianggap melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dia menyangkal bahwa dia telah melakukan pencucian uang melalui sejumlah front companies yang terlibat kegiatan keuangan illegal dan menerbitkan dokumen palsu untuk memuluskan pengiriman barang ilegal ke negaranya.
Front companies adalah entitas anak perusahaan yang melindungi perusahaan induk dari pengawasan dan menyembunyikan kegiatan ilegal.

Mun mengatakan dalam pembelaan tertulis bahwa dia adalah korban dari permintaan ekstradisi yang "bermotif politik” yang bertujuan untuk menekan Korea Utara atas program misilnya.

Korea Utara dan Malaysia membuka hubungan diplomatik pada 1973. Namun, hubungan kedua negara mengalami kemunduran besar sejak saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dibunuh di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 2017.(*)

Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...