Breaking News

KM.Tailana Seharga Rp.4,5 M 'Teronggok' tak Beroperasi karena Belum Miliki Operator

KM.Tailana Seharga Rp.4,5 M 'Teronggok' tak Beroperasi karena Belum Miliki Operator
KM.Tailana yang dibeli Pemda. Aceh Singkil, seharga Rp. 4,5 M bersandar di Danau Anak Laut, Singkil. (Beritamerdeka.net/Ist)

Singkil, BERITAMERDEKA.net- Kapal Motor (KM). Tailana yang di beli setahun lalu, kini, teronggok bersandar di Danau Anak Laut, Singkil. Kondisi tersebut cukup disayangkan sebab kapal dibeli dengan harga fantastis mencapai Rp.4,5 miliar.

Tak terrawatnya kapal yang didesain mirip kapal pesiar itu, kerap menuai kritikan. Sorotan terhadap KM.Tailana ini,  terkait belum  beroperasinya kapal sesuai tujuan dibeli untuk memenuhi kebutuhan transportasi dari Singkil menuju Pulau Banyak dan sebaliknya.

Menyikapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Malim Dewa, mengatakan KM.Tailana belum memiliki operator, makanya sampai saat ini belum beroperasi.

"Selama ini operatornya tidak ada, selaku pengelola. Kita sudah tawarkan ke ASDP, tapi di tolak dengan alasan terlalu kecil dan bahan kapal dari fiber," kata Malim Dewa, saat dikonfirmasi di Singkil, Senin (22/02/2021).

Tentang ijin operasinya, sudah diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan tahun 2020 dengan masa berlaku 31 Desember 2020. Dan pihaknya, aku Kadishub Aceh Singkil, sedang mengurus perpanjangan surat ijin operasi kapal motor tersebut.

Malim mengakui, pihaknya telah menawarkan  kepada delapan perusahaan sebagai operator pengelola KM. Tailana, namun tak satupun yang menanggapi positif alias menolaknya

"Kita upayakan meminta subsidi  tahun 2020 bulan 5 - 6, lalu menawarkan ke ASDP dan jawabannya ditolak. Kemudian ke Perumda juga sama,  ke Wira Mutiara tidak mau juga, mungkin sudah delapan perusahaan dan tak satu pun yang mau," ujarnya.

Malim menyebutkan, kendala lainnya, sandar KM. Tailana juga belum tersedia di pelabuhan Singkil. "Tempat sandar belum ada, itu bisa dimanualkan, tapi harus hati-hati karena bahan kapal dari fiber. Bahkan kemarin sudah pecah, tapi sudah diperbaiki".

Disinyalir mesin kapal satu nya rusak, Malim mengungkapkan, mesin KM. Tailana, sangat sensitif kerena memakai sistem injektor. Sanking sensitifnya, dalam pengisian bahan bakar mesti berhati-hati.

Kadishub Aceh Singkil menuturkan, KM. Tailana lebih dikenal dengan sebutan kapal cepat. Kapal ini,  milik Pemda Aceh Singkil. Kondisinya saat ini kian pudar warnanya, dan satu mesin nya agak rusak. Dijadwalkan tahun ini, KM.Tailana naik dock.  |Sahab)

Editor:
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...