Breaking News

Bank Aceh

Karena Unjuk Rasa UU Omnibuslaw

Ketua HMI Fakultas Hukum Unimal Ditangkap Polisi Batubara, Dijemput di Mensa Kupi Lhokseumawe

Ketua HMI Fakultas Hukum Unimal Ditangkap Polisi Batubara, Dijemput di Mensa Kupi Lhokseumawe

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net- Gerakan Aceh Jaya Serukan Keadilan (GASKAN) sangat kecewa terhadap pihak kepolisian yang menangkap Arwan salah satu Mahasiswa UNIMAL karena unjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten Batubara yang sempat sedikit Choas.

Candra B Gunawan Kordinator GASKAN menilai, aksi penangkapan Arwan hingga sekarang menjadi tersangka akibat aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa di Batu Bara, itu adalah sebuah alarm otoriterisme negara terhadap pembungkaman berpendapat dan menyampaikan aspirasi dimuka umum serta itu merupakan tindakan Inkonstitusional, yang dilakukan aparat kepolisian dalam hal ini Polres Batu Bara.

"Penangkapan Saudara Arwan ini merupakan bentuk Otoriterisme negara melalui aparat terhadap rakyatnya yang bersuara dan berpendapat bahkan kami menilai penangkapan ini merupakan tindakan Inkonstitusional karna rekan kami dari batu bara itu di lindungi UU terkait berpendapat dimuka umum serta amanat konstitusi" ujar Candra kepada media ini Jumat 23 Oktober 2020.

Candra juga mengatakan, bahwa penangkapan arwan sangat janggal karna dijemput layaknya kriminal besar, karena arwan sendiri ditangkap beberapa waktu usai unjuk rasa tersebut dilaksanakan di salah satu warkop di lhokseumawe.

Serta ia menilai aksi penangkapan arwan tersebut layaknya dimasa Orde Baru era presiden Soeharto yang mana dia diambil menggunakan mobil berwana hitam, dan sempat tidak tau dimana keberadaannya usai dijemput pihak kepolisian, hingga arwan sendiri muncul di media dengan status tersangka.

"Kami melihat penangkapan Arwan sangat janggal karna dia diamankan di salah satu warung kopi di lhokseumawe saat sedang berkuliah online dan beberapa waktu usai demo dilaksanakan di DPRD Batu Bara, ini sangat aneh dia diangkat dan dinaikkan ke mobil layaknya diculik saat masa orde baru," ungkap candra.

Candra juga meminta, kepada pihak kepolisian Batu Bara dan Polda Sumut untuk membebaskan Arwan serta satu temannya yang lain serta mencabut kasus yang menimpa Arwan. Kemudian Candra juga akan menempuh langkah untuk menyurati DPR-RI terhadap kasus tersebut dan akan terus berupaya membebaskan Arwan dan melakukan aksi demo apabila tidak di indahkan.

"Kami meminta Kapolda Sumut atau kapolres Batubara untuk membebaskan saudara kami arwan serta satu temannya, dan kami akan menyurati pihak DPR-RI serta akan melakukan demo apabila rekan kami tidak dibebaskan dan kasusnya dicabut apabila tidak diindahkan," tutup Candra.

Kronologis Penangkapan Arwan

Pada tanggal 12 Oktober 2020 telah terjadi aksi demonstrasi tolak UU omnibuslaw law " Cipta kerja " di Kantor DPRD Batubara, Sumatra Utara yang diikuti oleh elemen masyarakat, buruh, mahasiswa, dan pelajar, sebelumnya aksi berjalan damai setelah kemudian ada Provokator yang kemudian melempar batu ke arah gedung DPRD Batubara, sehingga mengenai kepala Kasat Sabhara Polres Batubara, setelah itu terjadi Choas yang membuat para demonstran juga ikut terluka.


Setelah selesai aksi sekitar 42 Orang para Demonstran di amankan ke Polres Batubara, dan sampai saat ini dari jumlah tersebut sudah 7 orang lebih yang di jadikan Sebagai Tersangka Atas aksi yang berujung Choas tersebut

Korlap aksi Arwan Syahputra yang juga merupakan Mahasiswa Hukum Tatanegara angkatan 2017 Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, yang juga merupakan Ketua HMI Komisariat Hukum Unimal terpilih Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara juga di cari oleh Yurisdiksi Polres Batubara

Dan berita duka pun terjadi menurut informasi sekitar jam 14.38 tanggal 20 Oktober 2020 ada 2 orang yang menjemput Arwan di Mensa Kupi Lhokseumawe, Aceh ketika sedang melanjutkan aktivitas perkuliahannya, penjemputan dilakukan dengan menggunakan mobil Pajero/Fortuner menurut saksi mata dan sampai saat ini hilang kontak Arwan dengan teman-teman mahasiswa lainnya, dan informasi terkini yang kami himpun Arwan sudah diamankan ke Polres Batubara menjalani pemeriksaan, terkait status hukumnya masih belum bisa kami dapatkan informasi nya apakah masih saksi atau sudah tersangka. |musliadi|

Sponsored:
Loading...