Breaking News

Israk Mikraj Harus Berlandaskan Keimanan

Israk Mikraj Harus Berlandaskan Keimanan

Medan, BERITAMERDEKA.net- Israk Mikraj harus berlandaskan keimanan karena dua peristiwa luar biasa ini berada di wilayah iman.

Yakni perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Sedangkan Mikraj, perjalanan dari bumi naik ke langit ketujuh dilanjutkan ke Siratul Muntaha untuk menerima perintah Allah yaitu shalat lima waktu sehari semalam.

"Itu sebabnya keajaiban peristiwa ini harus dilandasi iman seseorang," ujar Ustadz Mayor TNI Jalaluddin Dalimunthe dalam tausiyahnya pada peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Al Mukhlisin Jalan Bakti Selatan Gaperta Ujung Medan Helvetia, Minggu pagi 14/3/2021.

Kegiatan yang digelar Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Mukhlisin diawali dengan pembacaan Surat Al Israk (Al Qur an) oleh Raihan (10) menggetarkan hati para jemaah. Sedangkan sari tilawah disampaikan putra dari Sukiong.

Ustad Jalaluddin menyebutkan perjalanan Rasul dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha bermakna agar umatnya tidak boleh jauh dengan masjid. Artinya begitu azan bergema bergegaslah ke masjid.

"Jangan katakan sebentar lagi. Tapi langsung saja menunaikan shalat berjemaah di masjid. Karena shalat berjemaah sebagian ulama menyatakan wajib.," ingat ustad pada acara dihadiri Ketua BKM Al Mukhlisin Dr Maswandi,SH,M.Hum didampingi Imam Al Ustadz Adnan Harun,SPd dan pengurus BKM.

Ustad juga mengimbau para jemaah tidak hanya menarik tampil di depan manusia, tapi juga tampilan menarik di depan Allah SWT dengan berbekal amal ibadah. Ibadah shalat artinya berdialog dengan Allah justru itu harus dilaksanakan dengan khusuk.

"Perjalanan Isra Mikraj membelah dada Nabi membersihkan hati. Apakah hati Nabi kotor, tidak. Itu artinya bermakna modal awal ketika berlomunikasi dengan Allah harus bersih hati.Jika hati kita dengki serta berburuk sangka kepada orang lain maka tak ada guna melakukan ibadah shalat," katanya.

Bayangkan sampai 9 kali Muhammad bolak balik menghadap kepada Allah meminta agar perintah shalat dikurangi dari 50 waktu. Soalnya umat Muhammad tidak akan sanggup melaksanakan sebanyak itu. Akhirnya Allah mengurangi perintah shalat menjadi 5 waktu sehari semalam.

"Diantara perintah Allah melalui Jibril. Tapi perintah shalat itu langsung dari Alllah.kepada Muhammad SAW. Itu sebabnya jika kita tak bisa berdiri, duduk, tak bisa duduk tidur, tak juga bisa berbaring hingga kita isyarat.Artinya shalat tak boleh kita tinggalkan," terangnya.

Sebelumnya Ketua BKM Al Mukhlisin, Dr Maswandi,SH, M.Hum dalam sambutannya mengapresiasi kepada seluruh jemaah yang telah mendukung berbagai kegiatan di masjid.

Pembenahaan terhadap masjid lanjut Maswandi terus dilakukan sehingga rumah Allah ini tampak lebih cerah dari sebelumnya dan otomatis pelayanan dan kenyamanan bagi jemaah semakin meningkat.

Maswandi juga menyampaikan terima kasih kepada bapak Sugito atas berkenan mengecat Masjid Al Mukhlisin ini. Begitu juga BKM Al Mukhlisin terus melaksanakan program penyantunan anak yatim. Saat ini tercatat sebanyak 30 anak yatim yang dibimbing oleh ibu Hj Maria."Barang siapa yang.menyayangi anak yatim, mereka bersamaku kata Rasulullah," ujar Maswandi

"Insha Allah kita melakukan pembinaan dan pendidikan anak yatim ini tanpa pemungutan biaya hingga.ke perguruan tinggi. Begitu juga
Ibu bapa dan anak- anak yang ingin belajar membaca Al Qur an secara gratis terbuka kesempatan di bawah bimbingan Imam Adnan Harun,SPd," kata Maswandi yang dalam kesempatan itu diserahkan santunan kepada para anak yatim.(Bachtiar A)

Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...