Breaking News

Ketika Bang Ma'e Memburu Boh Jok

Ketika Bang Ma'e Memburu Boh Jok
Pejual Kolang Kaling sedang melayani pembeli di Pasar Peunayong | foto r ismail

BUAH kolang kaling lebih dikenal orang dalam Bahasa Aceh, BOH JOK, mulai langka di Aceh.

Meskipun langka, namun selama Ramadhan umat Islam tetap mendambakan. Kelangkaan buah kolang kaling Aceh tidak menyurutkan langkah pedagang musiman menjajakan buah itu.

Agar tetap tersedia di pasaran, pedagang jauh sebelum Ramadhan sudah memesan dari distributor.

Pedagang musiman di Aceh kali ini terpaksa mendatangkan buah kolang kaling dari Provinsi Sumatera.

Rata-rata, kolang kaling yang dipasarkan di Aceh, termasuk di Banda Aceh banyak berasal dari provinsi tetangga meskipun diakui masih ada kolang kaling asli Aceh.

Pun demikian, kolang kaling tetap menjadi pilihan umat Islam untuk membuat aneka menu hidangan berbuka.

Untuk mendapatkan kolang kaling tidak terlalu sulit, karena hampir setiap pedagang musiman ikut memasarkan kolang kaling. “Kolang kaling di Aceh sudah mulai langka. Jika ada, kolang kaling daerah bentuknya kecil dan terasa keras sehingga pembeli tidak terlalu suka, “kata Ismail ( Bang Ma'e ) pedagang kolang kaling di Kota Banda Aceh.

Disinggung harga, Ismail mengaku, pemasaran buah kolang kaling antara Rp.15.000-Rp.20.000 per kilogram. “Modal kita dari distributor Rp.12.000-Rp.15.000 per kilogram.

Jadi harga jual sudah pasti di atas modal. Harga itu terkadang berubah, sesuai modal, seperti Ramadhan tahun lalu harga jual di akhir Ramadhan mencapai Rp.25.000 per kilogram, karena permintaan tinggi dan pasokan menurun.

Diawal Ramadhan, pedagang kolang kaling mengaku mampu menghabiskan 7-10 kilogram buah kolang kaling setiap hari.

Namun dia yakin seiring perjalan Ramadhan minat pembeli akan meningkat sebagaiman tahun-tahun sebelumnya. “Hari pertama Ramadhan habis 10 kilogram dengan harga jual Rp.15.000 per kilogram. Hari ini bisa jadi meningkat, “ kata Ali, pedagang kolang kaling lain di Lambaro.

Buah kolang kaling sering disebut dalam bahasa Aceh aneuek jok. Buah yang menjadi cemilan populer masyarakat Aceh itu bentuknya lonjong, kenyal dan berwarna putih.

Tampilan seperti itu membuat kolang kaling sangat menarik, ditambah dengan kandungan air yang banyak.

Para pedagang berlomba-lomba menjualnya, karena selama Ramadhan menjadi menu favorit untuk santapan berbuka.

Kadar air yang dikandung dalam buah kolang kaling mencapai 93 persen. Buah itu juga memiliki kandungan protein 0,69 gram serta kandungan karbohidrat 4 gram.

Buah kolang kaling juga kaya potassium, besi, kalsium, vitamin A,B,C dan juga gelatin.

Bentuk buah kolang kaling terlihat unik, dan cocok sebagai pelengkap es buah. Razanya lezat dan mengandung gizi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, seperti didalamnya terdapat kandungan miniral seperti prostasium, iron dan kalsium. Kesemuanya bermanfaat memperlancar proses metabolisme serta membuat tubuh menjadi segar, apalagi ketika dijadikan campuran es buah dan cendol.

Dari sejumlah sumber, buah kolang kaling manfaatnya memperkuat tulang, karena kolang kaling mengandung 91 mg kalsium. Manfaat lain buah kolang kaling sebagai makanan diet, karena dalam 100 gram mengandung0,69 gram potein, karbohidrat sebanyak 4,0 gram, kadar abu sebanyak 1 gram dan serat kasar sebanyak 0,95 gram.

Kemudian kolang kaling, juga bermanfaat sebagai obat radang sendi, sebab mengandung zat galaktomanan. Juga kaya dengan serat yang bermanfaat untuk pencernaan.

Kolang kaling juga memperkuat tulang dan mencegah terjadi oste-oporosis, karena terdapat kalsium 91 miligram dalam setiap 100 gram kolang kaling. | r ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...