Breaking News

Kerugian Negara Jembatan Pangwa Rp 1,04 Miliar, Tiga Tersangka Ditahan

Kerugian Negara Jembatan Pangwa Rp 1,04 Miliar, Tiga Tersangka Ditahan

Pidie Jaya, BERITAMERDEKA.net - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya menetapkan dan menahan tiga tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi pada rekontruksi pasca gempa jembatan Pangwa, Kecamatan Trienggadeng.

Pada pekerjaan dibawah Badan Pananggulangan Bencana Aceh (BPBA) tahun anggaran 2017 tersebut kerugian negara sebesar Rp 1.049.766.589,32.

Dalam daftar ketiga tersangka yang ditetapkan dan ditahan penyidik Kejari Pidie Jaya, tidak ada satupun yang berasal dari BPBA, baik itu Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Ketiga tersangka yang ditetapkan dan ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi itu semua berasal dari rekanan kontraktor dan konsultan pengawasan. Masing-masing tersangka yang ditahan untuk 20 hari ke depan adalah Mahlizar selaku direktur utama PT. Zarnita Abadi pelaksana pekerjaan dengan nilai kontrak keseluruhan Rp 11.217.385.000.

Sedangkan tersangka dari konsultan pengawas yang ditahan penyidik Kejari Pidie Jaya adalah,  Azkial Hasan selaku pengendali perusahaan consultan pengawasan atau orang yang meminjam  CV. Trikarya Pratama Consultan dan Murtaza selaku Direktur  CV Trikarya Pratama Consultan.

Kajari Pidie Jaya, Mukhzan, SH, MH mengatakan, penetapan dan penahana tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi rekontruksi jembatan Pangwa, Kecamatan Trienggadeng yang menyebabkan kerugian negara Rp 1.049.766.589 tersebut telah memenuhi dua alat bukti yang cukup sesuai dengan ketentuan pasal 183 dan pasal 184 ayat 1 KUHAP.

Katanya, pada pekerjaan rekontruksi jembatan Pangawa pada BPBA tahun anggaran 2017 lalu, dugaan penyelewengan pekerjaan yang mengalami tiga kali adendum tersebut indikasi korupsi ditemukan di plat lantai jembatan dengan modus, rekanan kontraktor PT Zarnita Abadi tidak memesan atau membeli readymix sebagai bahan pengecoran lantai jembatan pada tempat di mana tersangka mengambil dukungan sewaktu mengajukan penawaran, yaitu PT. LB.

Untuk mengelabui atau menutupi modusnya itu, tersangka atas nama Mahlizar menyewa mobil perusahaan readymix PT LB untuk mengantar material readymix ke lokasi pembangunan jembatan. " Berdasarkan hal itu jelas mengindikasikan mens rea dari tersangka dalam melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara," terang Mukhzan.

Lebih lanjut diterangkan, dari hasil penyidikan yang dilakukan tim penyidik Kejari Pidie Jaya dan hasil audit forensik enginering, kualitas mutu beton pada plat lantai jembatan tidak sesuai dengan kontrak ADD-II nomor 283.2/ADD-II/SPK/BPBA/ VII/2018, SNI 03-3403-1994. Dari tiga sampai yang diuji, masing-masing bagian tepi dan tengah plat lantai jembatan ungkap Mukhzan, tidak ada satupun yang memenuhi yang disyaratkan dalam kontrak, yaitu, K350 atau 350 Kg/CM2.

Bahkan tiga sampel yang diuji tidak memenuhi batas toleransi minimal yaitu 0,85, F'C = 0,85x350KG/CM2 297, 5KG/CM2, sehingga keseluruhan mutu plat beton pekerjaan jembatan pangwa tersebut tidak memenuhi syarat spesifikasi umum pekerjaan kontruks jalan dan jembatan (divisi 7 struktur) direktoran bina marga kementerian PU tahun 2010.

"Khusus terhadap kualitas mutu beton plat lantai yang tidak memenuhi spesifikasi, berpotensi terjadi total los terhadap volume pekerjaan mutu beton sedang dengan FC'=30 MPA(350) pada lantai jembatan sebesar 180,20 M³," jelasnya.

Selain itu, Mukhzan juga mengungkapkan peran tersangka Azkial Hasan selaku pengendali perusahan consultan pengawasan CV Trikarya Pratama Consultan dan Murtaza selaku direktur CV Trikarya Pratama Consultan dalam dugaan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana di ubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dijelaskan, bahwa Azkial Hasan untuk mengikuti lelang kegiatan pengawasan rekontruksi jembatan Pangwa  pada BPBA tahun anggaran 2017 lalu, ia meminjam perusahaan milik tersangka Mutaza. Permintaan peminjamam perusahaan disahuti Murtaza dengan memberikan user ID dan pasword CV Trikarya Pratama Consultan di LPSE untuk mengikuti tender pengawasan jembatan yang bersumber dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.

"Tersangka Azkila  mengendalikan pengawasan pembangunan jembatan pangwa dengan nilai Rp 343.090.000. Tersangka Azkial juga menandatangani MC0- MC Final, dokumen CCO, Justifikasi teknis dan dokumen dokumen terkait pengawasan jembatan pangwa lainnya dengan mengatasnamakan para ahli ( Ir. Firmansyah, Mustafa, S.T dan Dumadi, S.T," sebut Mukzan.

Bahkan lanjutnya lagi, Azkial dalam pengawasan pekerjaan tersebut juga aktif berkomunikasi dan sering dihubungi oleh PPTK pekerjaan rekontruksi jembatan Pangwa, yaitu T. Raja Al-Kausar dan Direktur CV Trikarya Pratama Consultan.

Sedangkan peran Murtaza selau Dirut PT Trikarya Pratama Consultan adalah  dengan menandatangi kontrak pekerjaan pengawasan pembangunan jembatan tersebut selaku Direktur perusahaan dan juga ikut menandatangani laporan progres kemanjuan pekerjaan di lapangan.

"Murtaza dalam meminjamkan perusahaannya juga menerima fee terkait kompensasi peminjaman perushaan CV Trikarya Pratama Consulatan," imbuhnya.(*)

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...