Breaking News

Kertas Suara Rusak Milik Siapa ?

Kertas Suara Rusak Milik Siapa ?

Pemilihan Wakil Bupati (Wabup) Bener Meriah, sudah berakhir, lewat rapat paripurna DPRK, Kamis 14 Januari 2021. Dailami akhirnya menang mutlak dari Yusrol Hana. Sebanyak 20 suara milik Dailami, sedangkan Yusrol tidak ada satu suara pun. Lima suara rusak dan dianggap tidak sah.

Prosesi pemilihan Wabup berjalan lancar, tidak kisruh dan ketegangan. Semua berjalan sesuai scedule yang direncanakan.

Pasca pemilihan Wabup ada sesuatu yang masih mengganjal pikiran warga Bener Meriah. Ternyata kertas suara rusak lima lembar milik siapa..?.

Inilah coret tersisa dari acara pemilihan Wabup Bener Meriah itu tadi. Kenapa ada yang rusak, disengajakah itu.? Pertanyaan seperti itulah yang masih terdengar pasca pemilihan Wabup.

Panitia pemilihan Wakil Bupati Bener Meriah digawangi sepuluh anggota DPRK Bener Meriah. Diketuai Darwinsah, Wakilnya Andi Sastra, Sekretaris Darussalam, dengan anggota, Edi Zulkifli, Guntur Alamsyah, Drs. Zetman, Abu Bakar, Syafri Kaharuddin, Falgunari, S. E, dan Baitul Hakim, menemukan lima surat suara rusak.

Darwinsyah saat membacakan hasil rekapitulasi mengumumkan 20 suara untuk saudara Dailami, 0 suara untuk saudara Yusrol Hana dan 5 suara lainnya rusak
“Kita sudah mensosialisasikan ini, namun kembali sifat manusia ini baharu yang seharusnya itu tidak perlu terjadi, seperti yang sudah saya sampaikan di awal pidato saya bahwa anggota DPRK ini adalah orang-orang yang sudah pernah mensosialisasi bagaimana cara memilih yang baik dan benar, namun hal ini kembali terjadi, saya mewakili lembaga yang terhormat mohon maaf kepada semua pihak di Bener Meriah terkait surat suara rusak di pemilihan ini” tutur Darwinsyah saat di wawancarai usai rapat paripurna.

Selain itu, Ketua Ramung institute juga memberikan komentar terkait kejadian ini. Waladan Yoga mengatakan aneh jika ada surat suara yang rusak, kemungkinan ada yang tidak ingin menggunakan hak suaranya untuk memilih seseorang, maka dirusakkan saja.
“Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi, mereka tentu tau cara memilih dengan baik dan benar, dan mereka tidak menggunakan hak konstitusional mereka dengan baik. ini menjadi cacatan penting, anggota DPRK yang notabenenya dulu berjuang mencari suara berharap tidak ada surat suara rusak, kemuadian ada surat suara rusak” kata Waladan Yoga. Inilah sisa pertanyaan, kertas suara rusak milik siapa..? | nisa |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...