Breaking News

Kepala BI Aceh, Nasabah Tak Perlu Khawatir, Masalah ATM Sudah Diselesaikan

Kepala BI Aceh, Nasabah Tak Perlu Khawatir, Masalah ATM Sudah Diselesaikan
Kepala BI Aceh, Kepala OJK Aceh, dan Ceo BSI Regional I Aceh, saat konferensi pers di Gedung OJK Banda Aceh. (Foto dec)

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Polemik di tengah masyarakat terkait sulitnya bertransaksi di gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kini, nasabah boleh berlega diri. Pasalnya permasalahannya telah diselesaikan pihak BSI, bahkan tim dari pusat turun ke Aceh.

Dikatakan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Achris Sarwani, kepada awak media, dalam konferensi pers di aula Gedung OJK, Banda Aceh, Senin (10/05/2021) bahwa pihak BI sangat peduli dengan polemik yang terjadi baru-baru ini terhadap nasabah BSI.

Diungkapkannya ketersediaan uang tunai masih cukup hingga hari ini, dan Ia memastikan libur lebaran Idul Fitri pun, pihak BI telah menyiapkan kebutuhan untuk terpenuhinya pelayanan terhadap masyarakat. "Jadi uang cash cukup, dan permasalahan sulitnya melakukan transaksi di ATM, bukan karena tidak ada duitnya," ujar Achris Sarwani.

Ditambahkannya sistem nya yang bermasalah, bukan di uang cash nya. Makanya, nasabah tidak perlu panik dan mengait-kaitkan ke hal-hal lain. Kini, persoalannya telah diurai, sehingga nasabah tidak perlu 'panik' atau tepatnya khawatir.

Senada itu, Ceo BSI Regional I Aceh, Nana Hendriana menyebutkan, ada 899 ATM di Aceh. Dari jumlah itu, 450 merupakan eks BRIS dan BSM yang dioptimalisasikan fungsinya. Untuk tahap pertama, pihak BSI menargetkan 105 hingga 110 gerai ATM eks BRIS di migrasi ke BSI.

Diterangkannya, seharusnya sesuai jadwal Oktober 2021, mulai tersedia atau roll out bank syariah, namun dengan kasus sulitnya bertransaksi yang terjadi baru-baru ini, hal ini malah semakin mempercepat proses nya ke Bulan Juni 2021.

"Kasus ini, malahan menjadi berkah. Pihaknya bisa mempercepat proses roll out nya. Yang rencananya di bulan Oktober. Sekarang malah bisa Juni ini," tukasnya lagi.

Nana Hendriana mengungkapkan, sistem yang dioptimalisasikan fungsinya ada tiga, yakni eks BRIS, eks BSM, dan eks BNI. Dari tiga ini, eks BRIS yang bermasalah di sistemnya, sedangkan dua lainnya, tidak ada laporan pengaduan yang bermasalah dalam bertransaksi. | dec |

Editor:
Sponsored:
Loading...