Breaking News

Keluarga dari OTG Positif Covid 19 ikut Diperiksa

Keluarga dari OTG Positif Covid 19 ikut Diperiksa

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - seluruh keluarga dan orang serumah dengan I, OTG Covid 19, yang terkonfirmasi positif ikut diperiksa tim kesehatan Covid. "Pemeriksaan keluarga dan orang terdekat itu wajib," kata Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif, Jumat malam.

Sementara Jubir Gugus Tugas Covid 19, Saifullah Abdulgani (SAG) menjelaskan, dari total 20 kasus positif COVID-19 di Aceh sampai saat ini, sudah ada dua kasus di antaranya yang terkonfirmasi tanpa gejala gangguan kesehatan apa pun.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada terhadap penyebaran wabah virus corona.
"Sudah ada dua kasus OTG di Aceh yang kemudian terbukti positif COVID-19," ujar Saifullah Abdulgani, dalam keterangannya, Jumat (29/5) malam.

SAG menjelaskan, kedua kasus tersebut terdiri dari kasus pertama remaja berinisial AR (13) asal Bener Meriah.

Penderita COVID-19 dari klaster Magetan Jawa Timur tersebut tidak menunjukkan gejala infeksi virus corona yang serius hingga ia dinyatakan sembuh, usai dirawat di RSUD Muyang Kute Bener Meriah beberapa waktu yang lalu.

"Kasus kedua, ini terbaru, OTG yang terkonfirmasi positif COVID-19 berinisial I (38). Warga Kota Banda Aceh ini memiliki riwayat perjalanan ke daerah penularan lokal di Sumatera Utara, namun tidak menunjukkan gejala infeksi virus corona dan kondisinya sehat-sehat saja," kata SAG.

Ia menyebut di sekitar kita, selain terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan penderita COVID-19 dalam perawatan, juga ada Orang Tanpa Gejala (OTG). Menurutnya, semua memiliki potensi sebagai pembawa virus corona.

SAG menjelaskan, OTG memiliki riwayat berada di daerah penularan dan kontak erat dengan penderita COVID-19, tapi tidak menunjukkan gejala gangguan kesehatan apapun meski sudah terinfeksi dengan virus Corona.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat Aceh untuk senantiasa waspada, menjaga jarak fisik, tidak berkumpul di tempat ramai, dan selalu mengenakan masker apabila berada di luar rumah, serta sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir selama 20 detik.

Lebih lanjut, SAG menyampaikan, terkait pria berinisial I yang diketahui positif COVID-19 secara kebetulan karena hendak melakukan perjalanan ke luar Aceh.

Pada 27 Mei lalu, ia melakukan pemeriksaan swab secara mandiri untuk memperoleh Surat Keterangan Bebas COVID-19.

"Hasil analisa cairan tenggorokan dan hidungnya dengan sistem real time polymerase chain reaction (RT-PCR) di Balai Litbangkes Aceh, ternyata I terkonfirmasi positif COVID-19," kata dia.

SAG meyakini virus corona yang menjangkiti tubuh I bukan hasil penularan lokal di Aceh. Sebab, I memiliki riwayat perjalanan ke wilayah zona merah penyebaran COVID-19 yaitu Sumatera Utara.

I diketahui kembali ke Aceh pada tanggal 19 Mei 2020 atau dua hari sebelum jalur masuk Aceh di perbatasan Aceh-Sumut ditutup.

"Kini I menjalani perawatan di Ruang Isolasi Pinere RSUDZA Banda Aceh, dan kita doakan segera sembuh dari COVID-19," sebutnya.

Ia menambahkan, setelah I diketahui positif COVID-19, keluarga dan orang yang pernah melakukan kontak secara langsung atau kontak erat dengannya akan diperiksa sesuai standar penanganan COVID-19.

Tindakan itu akan dilakukan tim Surveilans Epidemiologi Gugus COVID-19 Aceh berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas COVID-19 di kabupaten. |bem|

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...