Breaking News

Kekurangan Tenaga Penuntut, Kejaksaan RI Buka Lowongan CPNS 1.000 Jaksa

Kekurangan Tenaga Penuntut, Kejaksaan RI Buka Lowongan CPNS 1.000 Jaksa

Jakarta, BERITAMERDEKA.net - Kabar gembira bagi warga negara Indonesia yang sedang mencari pekerjaan, dalam waktu dekat ini pendaftaran CPNS 2021 segera dibuka.

Pemerintah akan membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 pada tanggal 31 Mei hingga 21 Juni 2021 mendatang.
Salah satu institusi pemerintah yang membuka lowongan pekerjaan adalah Kejaksaan RI.

Untuk Kejaksaan RI akan membuka lowongan kerja di sejumlah jabatan dari berbagai disiplin ilmu.
Kejaksaan RI pun meminta bagi calon pendaftar CPNS 2021 untuk segera bersiap-siap mengikuti seleksi.

"Kejaksaan RI mencari talenta terbaik bangsa.
Ayo, Persiapkan dirimu mulai dari sekarang ya...
Ada 4148 formasi CPNS Kejaksaan RI yang diterima tahun ini, terdiri dari beberapa jabatan yang berkualifikasi pendidikan dari berbagai bidang disiplin ilmu,.
Raih kesempatan langka ini.

Mari bergabung dengan Kejaksaan RI, untuk berkarya demi kemajuan bangsa lewat penegakan hukum yang berkeadilan," tulis akun Instagram @kejaksaan.ri, dikutip Senin, 17 Mei 2021.

Sayangnya, hingga kini belum diketahui secara persis apa saja formasi yang akan dibuka.
Jumlah masing-masing formasi dan apa saja kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan.

Namun dari nota dinas yang sempat tersebar dari grup-grup WhatsApp, Kejaksaan RI mengusulkan untuk merekrut 1.000 analis penuntutan atau calon Jaksa pada CPNS 2021.
Hal tersebut tertuang dalam Nota Dinas Nomor B-138/C/Cp-2/1/2021 yang dikeluarkan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan tertanggal 29 Januari 2021.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonarda Eben Ezer Simanjuntak membenarkan nota dinas tersebut adalah usul kebutuhan formasi ASN Tahun Anggaran 2021 kepada Jaksa Agung.

"Benar Nodis tersebut adalah dokumen usulan yang berdasarkan analisa jabatan, analisa beban kerja dan kebutuhan pegawai."
"Nanti kemudian masih harus mendapatkan persetujuan dari Jaksa Agung dan selanjutnya persetujuan dari MenPAN RB."

"Oleh karena itu Nodis tersebut belum dapat dijadikan acuan dan belum final," ujar Leonarda,
Kendati belum dapat dijadikan acuan, setidaknya ini dapat dijadikan informasi awal bagi lulusan Sarjana Hukum yang berminat menjadi calon Jaksa.
Dalam nota dinas tersebut terlihat Kejaksaan Agung mengusulkan 1.000 analis penuntutan atau calon jaksa untuk direkrut lewat CPNS 2021.

Angka 1.000 calon Jaksa baru untuk 2021 tampaknya termasuk angka yang kecil.
Sebab, masih berdasarkan nota dinas tersebut, disebut bahwa sesuai dengan analisa beban kerja, Kejaksaan Agung dinilai kekurangan 11.185 jaksa.

Selain calon Jaksa, formasi jabatan lain di Kejaksaan yang diusulkan cukup banyak adalah pengawal tahanan dan pengadministrasi penanganan tahanan yang direkrut dari lulusan sekolah menengah.
Untuk pengawal tahanan, jumlah formasi yang diusulkan adalah sebanyak 494.

Sementara pengadministrasi penanganan tahanan diusulkan sebanyak 494.
Formasi jabatan lain yang juga banyak diusulkan oleh Kejaksaan Agung adalah pranata barang bukti sebanyak 527.
Selanjutnya ada formasi pengolah data perkara dan putusan sebanyak 495.

Berikutnya arsiparis pelaksana/terampil sebanyak 129; pengolah data intelijen sebanyak 431; Analisa forensik digital sebanyak 140.
Formasi sekretaris diusulkan untuk direkrut sebanyak 140 dan pengolah pengaduan publik sebanyak 140.
Namun yang harus diingat, prediksi formasi di atas masih sebatas usulan dan bisa saja berubah.

Para pendaftar CPNS Kejaksaan Agung 2021 harus tetap menunggu angka pasti setelah diumumkan KemenpanRB.(*)

Sponsored:
Loading...