Breaking News

Kasus Oknum Dewan Simeulue Tersandung SPPD Rp 2,7 M, Tetap Berlanjut

Kasus Oknum Dewan Simeulue Tersandung SPPD Rp 2,7 M, Tetap Berlanjut

Simeulue, BERITAMERDEKA.net - Kejaksaan Negeri Simeulue, menyampaikan perkembangan penyidikan kasus kelebihan bayar Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) anggota DPRK Simeulue pada tahun 2019. Oknum legislatif ini, tersandung dana perjalanan dinas sebesar  Rp 2,7 Miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue, Muhammad Anshar Wahyudin, SH, MH mengatakan,  perkembangan terbaru tahapan penyelidikan sudah hampir rampung, yakni sudah memasuki  kisaran 90 persen. Artinya, kasus kelebihan bayar SPPD akan segera memasuki babak baru.

"Saat ini kami menunggu hasil pemeriksaan Tim Auditor Utama Investigasi Keuangan Negara Republik Indonesia (AUI RI,)" kata Kajari Simeulue, Selasa (16/02).


Pihaknya juga telah melakukan ekspos terhadap kerugian negara yang ditimbulkan akibat dari kelebihan bayar kasus SPPD melalui video conference (vidcon) bersama TIM AUI RI, selama tiga jam untuk memberikan informasi kepada Tim Auditor Utama Investigasi.

Kejaksaan Negeri Simeulue menunggu hasil kerugian negara, sesuai ketentuan 184 KUHAP, Keterangan Saksi, Ahli, Surat, dan lainnya dalam perkara Kasus SPPD Dewan Simeulue.

Muhammad Anshar Wahyudin menegaskan,  kasus kelebihan bayar SPPD dewan akan terus berlanjut, kendati ada pergantian terhadap Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue.

"Kita tetap melakukan perjalanan Kasus SPPD Dewan ini, walaupun Kejari pindah tugas, nanti akan disambung sama Kajari Baru," sebut Kajari Simeulue.

Diketahui kasus SPPD Dewan Simeulue ini, mulai mencuat ke publik bulan Oktober tahun 2020.

Kajari mengungkapkan nilai SPPD DPRK Simeulue tahun 2019 ini, mencapai Rp 2,7 Miliar yang bersumber dari anggaran APBK 2019.

Dari kasus tersebut, sebanyak sembilan orang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Simeulue, 'tersandung'  SPPD, hingga saat ini, masih menyita perhatian publik khususnya di Simeulue.

"Ada legislatif yang aktif dan ada anggota dewan yang sudah tidak aktif," tutupnya. (*)

Editor:
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...