Breaking News

Bank Aceh

Kasus Kuret RS Cut Nyakdhin Dituding Mal Praktek

Kasus Kuret RS Cut Nyakdhin Dituding Mal Praktek
Nasruddin

LANGSA | BERITAMERDEKA.net - Kasus kematian ibu muda Siti Halimah (26) dinilai mal praktek oleh sejumlah elemen dan ormas di kota itu. Sebanyak 17 orang baik dari pihak pelaku (Rumah Sakit Cut Nyak Dien) dan sejumlah keluarga korban sudah diminta keterangan oleh polisi.

Demikian dikatakan Ketua Forum Perduli Rakyat Miskin (FPRM) Kota Langsa, Nasruddin, Jumat 10 April 2020 kepada media ini.

Dikatakan, sebelumnya banyak dugaan kasus mal praktek lainnya yang dilakukan pelaku, namun tak sampai ke ranah hukum. Alat pembuka rahim (Lamenaria) yang tertinggal dalam rahim korban, menjadi bukti kuat untuk menyeret pelaku dan pihak Rumah Sakit untuk bertanggung jawab secara hukum.

"Kasus kematian Siti Halimah (26) harus sampai ke meja hijau, jangan sampai ditutupi, oleh pihak pihak tertentu, kami mendukung pihak kepolisian dalam menegakkan hukum," kata Nasruddin.

Sebelumnya, banyak media memberitakan, kasus pasien dari keluarga kurang mampu diterlantarkan oleh pihak rumah sakit maupun dokter yang menanganinya.

"Ini akan menjadi pembelajaran bagi para medis lainnya agar jangan semena mena memberikan perlakuan terhadap pasien dari keluarga miskin," tegasnya.

Sementara itu, Chaidir Hasballah dari Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNARI) Kota Langsa, menimpali perihal kasus kuret tersebut.

Menurutnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) selaku wadah organisasi profesi harus meninjau kembali keberadaan dr. RA di kelembagaan itu. IDI juga harus memberikan sangsi atas perbuatan mal praktek tersebut.

Ditambahkan, perbuatan mal praktek itu pula telah mencoreng nilai reputasi dan akreditasi Rumah Sakit Cut Nyak Dien sebagai salah satu Rumah Sakit swasta di Langsa.

"Sudah selayaknya yang berwenang meninjau ulang izin praktek dan tugas dr.RA di setiap Rumah Sakit yang berada di kota Langsa," kata Chaidir.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Langsa dr.Helmiza Fahry, Sp.OT, saat dihubungi via telpon, Sabtu 11 April 20207, untuk menanyakan sejauh mana IDI Kota Langsa menyikapi kasus tersebut, apakah kasus tersebut digolongkan mal praktek dan apakah IDI memberikan bantuan hukum atau menyediakan pengacara untuk mendampingi pelaku. Sampai berita ini diturunkan sama sekali tidak menjawab.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus meninggalnya pasien kuret di Rumah Sakit Cut Nyak Dien saat ini sedang dalam proses dimintai keterangan saksi dari para pihak terkait. 11 orang perawat dan dokter RA, selebihnya dari keluarga korban telah di BAP.

Keterangan saksi ahli juga nantinya akan diminta. Sejauh ini belum ada mengarah penetapan tersangka.

"Bila semua unsur terpenuhi hingga P21, akan ada penetapan tersangka, sekarang masih dalam pengembangan," kata Kasat Reskrim Iptu Arif Sukmo Wibowo mewakili Kapolres Langsa, kepada salah satu awak media online, Jumat 10 April 2020.

Banyak pihak di Kota Langsa saban hari mengupdate perkembangan kasus ini, Salah satunya FPRM dengan memberikan dukungan moril kepada polisi dalam proses penegakan hukum.

Sejumlah warga kota itu, kini selalu mengikuti informasi tentang kasus kuret itu. Bahkan, ada ibu ibu yang menginfokan ke media ini, bahwa mereka juga pernah menjadi korban.

Sebelumnya, suami korban, Trio sudah membuat pernyataan dan rela almarhum istrinya, siap untuk diotopsi.

Upaya perdamaian juga terus dilakukan pihak rumah sakit dan dr RA. Keluarga korban pun diiming dengan sejumlah uang, dengan catatan mencabut laporan polisi. | syafrul |

.

Sponsored:
Loading...