Breaking News

Kapolres Tamiang Soal Pungli Rp 30 ribu : Jangan Sebar Hoax, Nanti Bisa Dipidana

Kapolres Tamiang Soal Pungli Rp 30 ribu : Jangan Sebar Hoax, Nanti Bisa Dipidana
Kapolres saat berada di pos perbatasan Aceh - Sumut, meninjau ketika isu pungli merebak

Aceh Tamiang, BERITAMERDEKA.net - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan, SIK membantah terkait adanya kegiatan Pungli di Pos Check Poin/Pemeriksaan Covid-19 di Perbatasan Aceh-Sumatera Utara.

Kapolres mengingatkan media dan medsos, supaya tidak memberitakan informasi yang belum tentu benar. Seorang jurnalis harus cek and ricek terlebih dahulu. "Jangan sebarkan hoaxs, nanti bisa dipidana," tegasnya.

"Sampai saat ini kegiatan pengecekan terhadap penumpang mobil pribadi maupun mobil penumpang masih dilakukan dengan ketat oleh petugas gabungan di Pos Check Poin Aceh Tamiang, Karena wilayah Aceh masih merupakan Zona hijau," ujar Kapolres, Selasa 2 Juni 2020 malam.


Sementara, kata Kapolres, mobil Pribadi diperbolehkan memasuki Wilayah Aceh asalkan dilengkapi dengan surat bebas Covid-19, sedangkan untuk Mobil Angkutan (Bus) yang membawa penumpang masih di larang memasuki wilayah Aceh.

"Untuk mobil angkutan umum (Bus) yang membawa penumpang boleh memasuki Wilayah Aceh pada hari Jumat tanggal 05 Juni 2020, pukul 00.00 Wib, tetapi harus tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti wajib memakai masker bagi seluruh penumpang Bus, menjaga jarak dan memiliki Surat bebas Covid 19," tegas Kapolres.

Terkait dengan adanya, pemberitaan yang terkait adanya pungli Rp 30 Ribu warga dari luar yang masuk ke Aceh, Kapolres menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar (Hoaxs).

"Tidak benar petugas Pos covid 19 yang bertugas di perbatasan ada melakukan pungli dengan meminta uang Rp 30 ribu untuk mengijinkan warga dari luar Aceh memasuki wilayah aceh tanpa di lengkapi dengan surat keterangan bebas Covid-19," tegas Kapolres.

Oleh karenanya, Kapolres mengingatkan kepada media tersebut untuk tidak mengexpost berita yang belum tentu kebenarannya karena hal tersebut dapat menimbulkan Fitnah.

Seluruh petugas baik TNI, Polri, Dishub, Sat pol PP dan Dinas Kesehatan telah bekerja keras menjaga Pos Covid-19 di perbatasan antara Aceh dan Sumatera Utara sejak tanggal 21 Mei 2020 sehingga Aceh bisa mendapatkan predikat Zona Hijau.

"Seharusnya kita patut mengapresiasi kinerja mereka yang telah mencegah penyebaran Covid-19 ke Wilayah Aceh," sebut Kapolres. | saiful alam |

Sponsored:
Loading...
Loading...