Breaking News

Kadis Sosial Aceh Tengah Dinilai Bekerja Tidak Sesuai Tupoksi

Kadis Sosial Aceh Tengah Dinilai Bekerja Tidak Sesuai Tupoksi
Kadis Sosial Aceh Tengah (kiri) dan Kader HMI Aceh Tengah (kanan). (foto Roma)

Takengon, BERITAMERDEKA.net – Aulia Putra, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tengah, dinilai tidak mampu menghadapi persoalan musibah yang terjadi di daerah tersebut dan lebih sering menjadi ajudan bupati setempat.

Akhir-akhir ini Aceh Tengah diterpa musibah kebakaran sebanyak tiga kali berturut-turut. Dimulai Kamis (01/04/2021) di Kampung Blang Jorong, Kecamatan Celala, rumah warga hangus di lalap si jago merah.

Setelahnya Hari Jumat (02/04/2021) kembali berita duka, kali ini masih rumah kebakaran di Kampung Genuren, kecamatan Bintang. Lalu, Sabtu (03/04/2021) dari kampung Kute Keramil Dusun Peregen, Kecamatan Linge, lagi-lagi api menghanguskan rumah dan semua harta benda satu warga setempat.

Dengan musibah yang beruntun di daerah dataran tinggi tanoh Gayo, Kepala Dinas Sosial dinilai menutup mata dengan duka masyarakat yang terkena musibah kebakaran.

Hal tersebut dinyatakan Agus Muliara Mahasiswa IAIN Takengon, Kamis (08/04/2021). Kepala Dinas Sosial Aceh Tengah, tidak mengindahkan Peraturan Menteri Sosial (PERMENSOS) Nomor 1 tahun 2019 yang tertuang di dalam BAB III pasal 10, 11, dan 12.

“Saya mendapatkan informasi secara langsung bahwa saudara kita yang tertimpa musibah ada yang harus menginap di rumah tetangganya bahkan di bangunan desa seperti Polindes setempat,” ungkap Agus.

Agus Muliara juga memperjelas bahwa Aulia Putra selaku Dinas Sosial Aceh Tengah, saat ini seperti hilang arah tupoksi kerjanya. Menurut informasi dan pantauan kegiatan Kadis sosial selama ini, seperti memiliki dua pekerjaan, secara SK sebagai Kadis sosial Aceh Tengah, namun secara lapangan beliau seperti ajudan Bupati setempat.

“Beliau sering memposting kegiatannya yang selalu membuntuti kemana langkah kaki bupati, sebenarnya Dinsos Aceh Tengah milik siapa, bupati atau masyarakat,” terang Agus.

Kedekatan Aulia Putra dan bupati seperti layaknya keluarga, bahkan tidak jarang pada saat pertemuan sering memanggil Bupati Shabela Abubakar dengan sebutan “Awan” (Kakek-red). Prilaku itu harusnya bisa ditempatkan pada posisinya antara pekerjaan dinas atau hubungan kekeluargaan.

Terakhir Agus Muliara, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, berharap kepada Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar, agar lebih dapat memantau dan mengoreksi kinerja yang berada di bawah pimpinanya tersebut. | Roma |

Editor:
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...