Breaking News

Bank Aceh

Jumlah Santri Membludak, Belajar Diatas Balai tak Beratap

Jumlah Santri Membludak, Belajar Diatas Balai tak Beratap
Belajar di Balai tak memiliki atap | foto musliadi

Calang, BERITAMERDEKA.net - Balai Pengajian dan Tahfid Qur'an, Desa Alue Krueng Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya, butuh perhatian khusus. Ratusan santri terpaksa belajar di balai tak beratap, karena minimnya fasilitas.

Tempat pengajian tersebut merupakan pinjam pakai rumah warga setempat yang dijadikan sebagai tempat mengaji ratusan santri.

Bahkan saat mengaji para santri harus berdesakan, karena tempat yang sempit dan hingga keluar rumah.

Balai pengajian yang berada di Desa Alue Krueng dipimpin oleh tokoh agama setempat yakni Tgk Yuzan yang sudah belajar mengajar beberapa tahun yang belum mendapat perhatian pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Belajar di dapur

Nasri Saputra Sekjen DPW Partai Daerah Aceh Kabupaten Aceh Jaya saat dihubungi media ini Jum'at 26 Juni 2020 menyampaikan pihaknya sangat menaruh perhatian pada balai pengajian yang ada di Desa Alue Krueng.

Ia meminta ada perhatian dari pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi untuk peduli terhadap tempat Pengajian dan Tahfid Qur'an pimpinan Tgk Yuzan di Desa Alue Krueng Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya.

" Kondisi tempat belajar ilmu agama sangat membutuhkan perhatian, jumlah santri dan santriwati yang belajar disana mencapai ratusan orang, sementara fasilitas tempat belajar sangat tidak memadai, " ungkap Nasri.

Ia menjelaskan dari informasi yang diterima dari sejumlah masyarakar setempat bahwa saat ini Tgk Yuzan dan para guru hanya mengandalkan swadaya dari wali santri untuk membangun tempat belajar dan mengajar semampunya.

Bahkan ada balai yang tidak memiliki atap, kondisi seperti ini proses belajar mengajar hanya bisa berjalan dan berlangsung jika tidak hujan.

Selain itu rumah yang ditempati Tgk Yuzan yang juga digunakan untuk tempat belajar mengajar merupakan milik Usman Maun yang dipinjam pakai.

Karena banyaknya jumlah murid, selain ada yang belajar di balai - balai kecil luar rumah, sebagian murid juga terpaksa belajar didapur.

"Kita berharap pemerintah tidak tidur atas kondisi ini, jangan hanya bicara dimulut Syariat Islam, sementara kepedulian terhadap tempat belajar untuk bersyariat tidak ada kepedulian, serta luput dari perhatian," kata Nasri.| musliadi |

Sponsored:
Loading...
Loading...