Breaking News

JMSI Aceh Gelar Diskusi Serial tentang Implementasi Qanun LKS Aceh

JMSI Aceh Gelar Diskusi Serial tentang Implementasi Qanun LKS Aceh
4 nara sumber hadir dalam diskusi serial yang digelar JMSI Aceh. (Foto dec)

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net- Beberapa persoalan tentang peluang dan tantangan perbankan Syariah di Aceh, dari implementasi Qanun LKS Aceh, terungkap di acara diskusi serial yang dikemas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, yang diketuai Hendro Saky, di salah satu hotel di Kawasan Simpang Lima, Senin (03/05/2021) sore.

Seperti diungkapkan Ketua DPRA H. Dahlan Jamaluddin, S.IP., salah satu nara sumber di acara diskusi tersebut. Ia melihat masih banyak persoalan, baik di level atas maupun di tengah masyarakat. Dahlan pun bertanya apakah implementasi Qanun LKS merupakan solusi atau malah sebaliknya di negeri Syariat ini.

Ketua DPRA ini, melihat dari konteks ekonomi, maka peluang itu ada, apalagi masyarakat Aceh, menerima dengan diberlakukannya Qanun LKS tersebut. Sedangkan aspek tantangan, disinilah pihak perbankan dituntut untuk memberikan kemudahan dan dukungan terhadap para UMKM. “Itu salah satunya,” ujar Dahlan singkat.

Belum lagi, nasabah yang kecewa, ketika mengambil uang di gerai ATM, tetapi ini dan itu, uang tidak bisa diambil. Bahkan, ia melihat di tingkat eksekutif, tidak terlihat serius menyelesaikan persoalan yang muncul, yang seharusnya sebagai pengambil kebijakan mengumpulkan stakeholder dan cari solusinya.

KPW Bank Indonesia Aceh, Achris Sarwani didampingi Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, menyerahkan santunian untuk anak yaitm piatu. (foto dec)

Sementara itu, Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman mengibaratkan implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh, “sama seperti kita baru pindah rumah, maka perlu penyesuaian ruangan, meja dan computer baru. Tidak serta merta semuanya bisa sekejab mata berubah seperti diinginkan.”

Ia mengakui, perbankan Syariah yang baru saja berubah, belum menunjukkan jati dirinya sebagai Bank Syariah. Pola dan managemennya masih menganut ke bank konvensional, induk semangnya, begitu Haizir mengistilahkannya.

Di akhir diskusi serial, ke-empat nara sumber, yaitu KPW BI Aceh, Kepala OJK Aceh, Dirut Bank Aceh, dan Ketua DPRA, plus Ketua PWI Aceh berbuka puasa bersama dan duduk semeja dengan puluhan anak Yatim Piatu keluarga Wartawan. |dec|

Editor:
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...