Breaking News

Bank Aceh

Ganti Rugi Masih Diproses

Jembatan Duplikat Panteraja Mulai Dikerjakan

Jembatan Duplikat Panteraja Mulai DikerjakanFOTO: Rusli Ismail
Jembatan Duplikat Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya mulai dikerjakan

Panteraja, BERITAMERDEKA.net - Jembatan duplikat di jalan nasional Banda Aceh – Medan, di Keude (Pasar) Panteraja, Desa Keude Panteraja, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya mulai dikerjakan.

Pembangunan proyek jembatan tersebut dipercayakan kepada rekanan berbadan usaha PT Takabeya Perkasa Group dengan nilai kontrak Rp34,4 miliar. Sementara pembebasan lahan atau ganti rugi tanah masyarakat yang terdampak akibat pembangunan jembatan dan pelebaran jalan tersebut masih dalam proses. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pidie Jaya, Rizal Fikar kepada wartawan, Kamis  (18/6) mengatakan, anggaran untuk pembangunan jembatan, pembebasan lahan dan bangunan milik masyarakat yang terimbas dari pembangunan jembatan itu dialokasikan dari APBN tahun anggaran 2020 sebesar Rp40 miliar. 

"Kami telah melakukan komunikasi dengan pihak balai, bahwa daerah tidak cukup anggaran untuk pembebasan lahan pembangunan jembatan tersebut. Alhamdulillah, pihak balai menyahuti dengan baik permintaan kita," katanya. 

Dijelaskan, teknis pembebasan lahan serta pendataan pemilik dan jumlah persil dilakukan Bagian Pemerintahan Sekdakab Pidie Jaya. Penentuan harga ganti rugi lahan dan bangunan milik warga dilakukan KJPP. 

"Saat ini pembebasan lahan dan ganti rugi masih dalam proses," sebut Rizal Fikar. 

Secara terpisah Kabag Pemerintahan Sekdakab Pidie Jaya, Muslem Khadri menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan jumlah persil lahan masyarakat yang harus diganti rugi. Jumlah persil lahan yang harus dibebaskan imbas dari pembangunan jembatan duplikasi di Panteraja tersebut sebanyak 30 persil.

Untuk harga lahan dan bangunan yang terimbas tersebut akan ditentukan oleh tim KJPP. Kalau tidak salah, jumlah pemilik 30 lahan serta bangunan di atasnya yang harus diganti rugi sebanyak 20 orang.

“Harga pasaran lahan yang ada bangunan toko di atasnya di lokasi tersebut adalah Rp 1 juta per meter. Belum termasuk harga bangunan," jelas Muslim.| Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...