Breaking News

Jembatan di Kampung Linge, Rusak Parah, Perbaikan Hanya Pakai Batang Kayu Busuk

Jembatan di Kampung Linge, Rusak Parah, Perbaikan Hanya Pakai Batang Kayu Busuk

Takengon, BERITAMERDEKA.net - Jembatan di Kecamatan Linge, Kampung Linge, sangat memprihatinkan. Pasalnya jembatan tersebut rusak parah dan dikhawatirkan warga setempat dapat membahayakan keselamatan pengendara yang melintas.

Dalam sebuah postingan di akun Facebook atas nama Adong Linge, mengunggah sejumlah foto jembatan rusak tersebut, dengan keterangan nya bahwa seorang Kabid yang bekerja di PUPR memperbaiki jembatan itu dengan asal-asalan.

Wartawan BeM mencoba menulusuri akun Adong Linge melalui telepon seluler, nama aslinya adalah M. Saleh (34) warga Linge. Ia membenarkan kejadian tersebut, sekitar dua pekan lalu jembatan itu, diperbaiki. Namun tidak menggunakan beronjong atau kawat besi, hanya menggunakan batang kayu yang busuk.

"Saya sudah bilang sama pak Kabid, katanya ini cuma dua hari, setelahnya akan dipasang beronjong, tapi ini, sudah dua pekan berlalu dan apa yang dijanjikan belum sampai juga. Ini yang bikin saya kecewa," kata M. Saleh, Selasa (23/11/2021).

Penopang jembatan telah 'dimakan' air sungai yang deras. (Foto Ist)

Saat ini keadaan jembatan tersebut sudah hampir tak bisa dilalui warga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tengah Aceh, dimana beberapa hari terkahir membuat air sungai deras dan jembatan itu pun hampir amblas.

Hantaman air deras, hanya sedikit lagi tumpuan penahan jembatan tersebut, keadaannya juga sudah miring, apalagi curah hujan masih tinggi dan air tampak keruh. Warga yang melintas pun bertanya, apakah jembatan itu bisa bertahan?

Jembatan yang ditengarai membahayakan nyawa manusia itu, merupakan satu-satunya akses penghubung Kampung Linge menuju Pemukiman Jamat yang terdiri dari empat kampung  diantaranya Kampung Jamat, Kute Reje, Pertik, dan Payung.

M. Saleh berharap agar perbaikan jembatan di daerah kampung adat itu, jangan dilakukan setengah hati atau asal jadi. Seharusnya pemerintah setempat, memperbaiki dengan serius.

Tidak hanya jembatan di Kampung Linge, Jembatan Kala Ili, akses Kampung Waq menuju Kampung Linge juga longsor, padahal jembatan itu juga baru diperbaiki melalui dana CSR HTL.

Sampai saat ini, awak BeM belum memperoleh informasi dari dinas terkait, dua nomor telepon Kadis PUPR tidak bisa dihubungi, pesan yang dikirim pun masih contreng dua, belum mendapat balasan. | Roma |

Editor:
Sponsored:
Loading...