Breaking News

Jelang Ramadhan, Tekanan Inflasi Diperkirakan Akan Meningkat

Jelang Ramadhan, Tekanan Inflasi Diperkirakan Akan Meningkat

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net- Menjelang bulan Ramadhan, tekanan inflasi diperkirakan akan meningkat, seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan kebutuhan barang/jasa. Dan data lima tahun terakhir menunjukkan, pada bulan puasa dan lebaran, angka inflasi mengalami kenaikan signifikan

Hal ini disampaikan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Achris Sarwani, di acara Hight Level Meeting (HLM) TPID Aceh di Banda Aceh, Rabu (31/03/2021).

"Kami memaklumi, budaya masyarakat Aceh yang bersuka cita menyambut bulan Ramadhan dan lebaran, memang sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun sebagai pihak yang terlibat dalam pengendalian inflasi, kami memandang perlunya himbauan kepada masyarakat, agar dapat berbelanja dengan bijak, sesuai kebutuhan," ujar Kepala BI Aceh.

Ditambahkannya, tahun sebelumnya, TPID Aceh melaksanakan program himbauan belanja bijak, baik melalui media, ataupun materi ceramah dan khutbah sholat Jumat dan tarawih. Kiranya hal ini dapat dilakukan lagi di tahun 2021, sehingga dapat mengurangi tekanan inflasi melalui jalur permintaan.

Dalam beberapa bulan terakhir, inflasi Aceh berada di atas inflasi nasional. Di awal tahun 2021, faktor cuaca yang kurang baik  mempengaruhi aktivitas produksi masyarakat, terutama nelayan, sehingga pasokan barang kebutuhan di Aceh, terganggu.

Hingga Februari 2021, laju inflasi Aceh menurun, tercatat sebesar 0,13%, sedangkan secara tahunan (yoy) berada pada level 2,59%, atau berada di atas rata-rata inflasi nasional sebesar 1,38%.

Bila dilihat berdasarkan kota pantauan inflasi di Aceh, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Meulaboh, level inflasi tertinggi terjadi di  Kota Lhokseumawe yakni sebesar 3,06%, kemudian disusul Kota pMeulaboh (2,73%), dan setelahnya Kota Banda Aceh (2,33%).

Dalam dua tahun terakhir, Kota Meulaboh menjadi kota yang paling tinggi inflasi tahunannya. Namun sejak 2021, posisi Kota Meulaboh digantikan oleh Kota Lhokseumawe.

"Dari tiga kota, pantauan inflasi di Aceh, hasil asesmen kami menunjukkan Kota Banda Aceh memiliki pengaruh/korelasi yang besar terhadap pembentukan inflasi Aceh. Hal ini terlihat, dari pola inflasi Aceh yang memiliki kesamaan dengan pola inflasi Banda Aceh.

Oleh karena itu, ucapnya lagi,  peran TPID Kota Banda Aceh sangat strategis dalam mengendalikan inflasi di Banda Aceh, karena akan berdampak signifikan terhadap angka inflasi Aceh. Selama ini pihaknya melihat koordinasi TPID Banda Aceh dengan Bank Indonesia berjalan dengan baik dan intens.

Ia pun menyebutkan,  memperhatikan data lima tahun terakhir, beberapa komoditas yang secara rutin menjadi penyumbang inflasi di Aceh adalah daging ayam, ikan tongkol, cumi-cumi, bawang merah, udang, telur ayam, daging sapi, dan cabai merah. Komoditas tersebut memang bahan-bahan yang sering digunakan dalam makanan keseharian masyarakat Aceh,  ataupun menu hidangan di rumah makan dan restoran di Aceh. |DEC|

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...