Breaking News

Hindari Kemacetan di Bulan Ramadhan

Jalan Lintang Takengon Hanya Berlaku Satu Arah

Jalan Lintang Takengon Hanya Berlaku Satu Arah
Jalan Lintang di Pasar Inpres Takengon, akan ditertibkan di Bulan Ramadhan. (Foto Roma)

Takengon, BERITAMERDEKA.net –  Kapolres Aceh Tengah, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, SIK., melalui Kasat Lantas AKP Yofie Artanta, menyebutkan soal pemberlakuan kebijakan satu arah Jalan Sengeda atau Jalan Lintang Kota Takengon, mulai pukul 16.00 - 18.30 WIB di bulan Ramadhan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

“Kita berinisiatif  dengan Forkopimda dan dinas terkait khususnya Dinas Perhubungan untuk membuat satu arah Jalan Lintang, karena saya meninjau tahun sebelumnya di Jalan Lintang ini, terdapat kemacetan pada saat menjelang buka puasa,” tutur Yofie, Sabtu (10/04/2021).

Yofie Artanta juga menertibkan area parkir roda empat dan dua hanya di ruas bahu samping kiri Jalan Lintang tersebut. Pada awal bulan Ramadhan akan di atur lalu lintas di Jalan Lintang mulai simpang terminal dan SPBU.

“Agar terhindar dari kemacetan, akan ada petugas dari Satpol PP, Sabhara, Satlantas, dan Dinas Perhubungan ,di jalan tersebut,” tutur Yofie.

Tak hanya Jalan Lintang, para pedagang kaki lima yang berjualan menu berbuka puasa, akan dikumpulkan di satu titik, yakni Jalan Gatot Subroto  di Pasar Inpres Takengon.

“Nanti bagi yang berjualan takjil akan di kumpulkan di Jalan Gatot Subroto Pasar Inpres Takengon, jadi jalan tersebut kita tutup, bisa parkir disela-sela lorong pasar inpres,” ujar Yofie.

Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disperindag tentang  wahana wisata “Ramadhan Fair” untuk para penjual dan pembeli takjil di Kota Takengon.

“Kita tanya sama pihak Disperindag bahwa di jalan Gatot Subroto Pasar Inpres tempat yang cocok dan banyak pedagang berjualan disana, maka lokasi itu, kita jadikan sejenis Ramadhan Fair, dan itu berlaku jam 16.00-18.30 WIB setelahnya kembali normal,” terang Yofie.

Terakhir Kasat Lantas Polres Aceh Tengah mengharap kepada masyarakat agar menaati aturan demi kelancaran aktivitas di sore hari dalam wisata Ramadhan atau ngabu-burit, kebijakan tersebut diambil berdasarkan kajian, dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kebijakan ini bukan suka hati kami, tapi berdasarkan kajian untuk lebih baik. Harapannya kepada masyarakat untuk tetap mematuhi aturan berkendaraan, seperti helm, jangan pakai knalpot bolong, dan tetap mematuhi protokol Kesehatan, kita belum usai dari pandemi,” tutup Yofie. | Roma |

Editor:
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...