Breaking News

Jakarta Mencekam, Jokowi Terbang ke Kalimantan

Jakarta Mencekam, Jokowi Terbang ke Kalimantan
Suasana mencekam di Jakarta sehari sebelum turunnya Presiden Soeharto Mei 1998 | foto dok..

Jakarta, BERITAMERDEKA.net -: Tensi politik di Jakarta dan sejumlah daerah lain di Indonesia sedang mendidih akibat aksi unjuk rasa atau demo menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020), diwarnai kerusuhan.

Hingga Kamis sore ini, situasi mencekam juga berlangsung di kawasan Harmoni Jakarta Pusat, tidak jauh dari Istana Merdeka.

Sementara, Presiden Joko Widodo sedang melakukan kunjungan ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (8/10), dalam rangka melihat perkembangan program lumbung pangan nasional.

Di tempat itu, pria yang akrab disapa Jokowi itu menginginkan lahan lumbung pangan nasional itu bisa memberikan manfaatkan kepada masyatakat Indonesia ke depannya.
Di Pulang Pisang ini, lanjut Jokowi, akan ditanam padi seluas 168 ribu hektar untuk menghasilkan beras.

"Kami ingin memulainya di 2020 di Pulang Pisau akan dikerjakan, akan dikembangkan 10 ribu hektare, kemudian di Kabupaten Kapuas akan dikerjakan 20 ribu sehingga totalnya di provinsi Kalteng untuk 2020 adalah 30 ribu hektare," kata Jokowi.
Jokowi menerangkan, pengembangan lumbung pertanian ini dikerjakan secara profesional menggunakan teknologi.

Dia mencontohkan sistem pemupukan menggunakan drone.
"Kemudian untuk membajak sawah memakai traktor apung. Ini traktor khusus dan dipakai, saya tanya tadi 1 hari bisa berapa hektar? Operator traktor mengatakan bisa 2 hektare dan ini sebuah kecepatan," jelas Jokowi.

Disamping itu, Jokowi juga menerangkan adanya pengombinasian antara tanaman padi dengan jeruk. Lalu di pinggirnya, kata Jokowi, akan ditanam bawang merah dan kelapa.
"Kami harapkan nanti hasilnya bukan hanya padi, tetapi ada jeruk dan kelapa. Ini yang kami harapkan, plus bawang merah tadi," jelas Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga melihat irigasi sudah terpasang dengan baik. Jokowi juga memandang air yang melimpah sehingga akan ada budidaya ikan melalui keramba. Jokowi mengaku ingin melihat hasilnya dalam 4 bulan ke depan.

"Ini kombinasi model bisnis seperti ini yang akan kami coba lebih dahulu. Begitu itu nanti kami lihat bagus, sukses dan bagus, model bisnis ini akan kita kopi di tempat-tempat lain per 1.000 hektare lahan," jelas Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi melihat Indonesia sangat bersyukur memiliki Pulang Pisang dan Kapuas yang memiliki koltur tanah yang datar.

"Hamparannya semuanya datar, airnya melimpah, tanahnya subur sehingga sangat sayang sekali kalau ini tidak dimanfaatkan agar produktif," jelas Jokowi. (*)

Sumber:JPNN.Com
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...