Breaking News

Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Meningkatkan Ubuddiah

Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Meningkatkan UbuddiahFOTO: Rusli Ismail
Jemaah Shalat Sunah Tasbih di Masjid Al-Muhajirin

JIKA sesuatu pekerjaan dan perbuatan itu dilkakukan dengan tekat tulus dan ikhlas, seakan semua rintangan tak akan menjadi penghambat melainkan semangat semakin meningkat. Benarkah ucapan itu? Jawabnya tidak salah bila sesuatu gerakan dilakukan hanya semata mengharap Ridha dari Allah SWT.

Makanya, Pemngurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Muhajirin, Dusun I Lamlagang, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh melakukan suatu gerakan dalam rangka perayaan menyambut 1 Muharram 1442 Hijjriah, itu tanpa sedikit pun mengandung unsur riya, kecuali hanya yang diharapkan Ridha dari Allah SWT.

Bayangkan saja! Pada, Kamis 20 Agustus 2020 malam 1 Muharram 1442 H, meski dalam suasan sederhana dan serba kekurangan, namun perayaan tahun baru Islam di sana tetap saja berlangsung khidmat dan semarak.

Ratusan warga yang ada di sana dan sekitarnya, pria dan wanita serta remaja turut berpartisipasi merayakan penyambutan tahun baru umat Islam, di mana acara puncaknya di pusatkan di Masjid setempat yang dimulai mulai ba’da Magrib hingga ba’da Isya’.

Apa yang diharapkan dari perayaan itu? Ketua BKM Al-Muhajirin Ustaz H Muhammad Daud Djunaidi pada kesempatan peringatan menyambut tahun baru Islam, 1 Muharram 1442 H itu menyatakan, tahun baru Islam harus dijadikan momentum meningkatkan ubudiah kita kepada Allah SWT.

Apalagi akhir-akhir ini, katanya umat Islam cenderung ikut-ikutan menganut faham yang  salah. Melakukan berbagai kegiatan dalam menyambut tahun baru masehi. Bahkan terkadang ikut-ikutan di malam natal.

Diharapkannya kepada umat muslim kiranya penyambutan tahun baru Islam kali ini dapat dijadikan momentum merubah sikap menjadi menusia yang beriman dan berakhlakulqarimah, yakni meninggalkan faham yang salah dan meningkatkan ubudiah kepada Allah SWT.

Makanya, kami sebagai jamaah tetap tetap di Al-Muhajirin dan warga lainnya mengambil momentum terbaik ini untuk melaksanakan ibadah pelaksanaan Shalat Tasbih dalam menyambut dan sekaligus menyemarakkan tahun baru 1 Muharram 1442 Hijriyah, Kamis 20 Agustus 2020 ba’da Isya’. Setelah sebelumnya juga melaksanakan Wirit Yasin secara bersama usai (ba’da) Shalat Magrib.

Dalam pelaksanaan Shalat Sunah Tasbih yang dipimpin Tgk H Musliadi, dihadiri dan diikuti ratusan jamaah warga Lamlagang dan sekitarnya.

Tgk H Musliadi pada kesempatan tersebut menyatakan, barang sipa melaksanakan Shalat Sunah Tasbih sebanyak empat rakaat dengan jumlah tasbihnya 300 kali, Allah SWT akan mengampuni segala dosanya meskipun dosa sebanyak buih di lautan.

Berdasarkan hadist yang riwayat Abu Dawud, Nabi Muhammad SAW mengajarkan pamannya Abbas bin Abdul Muthallib salat Tasbih agar Allah SWT mengampuni segala dosa. Salat Tasbih merupakan salat sunah yang dilakukan dengan banyak membaca tasbih. Tasbih adalah kalimat pujian kepada Allah SWT.

Adapun keutamaan Shalat Tasbih adalah diampuni segala dosa. Dalam hadist  Rasulullah SAW bersabda Allah akan mengampuni dosa yang pertama, yang terakhir, yang terdahulu, yang baru dilakukan, yang tidak disengaja, dan yang disengaja. Begitu pula dengan dosa besar dan dosa kecil serta dosa yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Salat Tasbih dapat dijadikan salah cara mendekatkan diri kepada Allah agar dijauhkan dari perbuatan keji dan mungkar. Begitu juga Salat Tasbih merupakan yang direkomendasikan untuk menggapai malam Lailatul Qadar, malam kemuliaan di bulan Ramadan.|Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...