Breaking News

Jadi Viral.., Ibu Muda Melahirkan Dalam Pampers tanpa Bantuan Medis

Jadi Viral.., Ibu Muda Melahirkan Dalam Pampers tanpa Bantuan Medis

Pijay, BERITAMERDEKA.net - Ibu muda Raudatul Jannah (24) warga Gampong Keurisi Meunasah Lueng Kecamatan Jangka Buya Kabupaten Pidie Jaya jadi viral. Soalnya, ia terpaksa melahirkan bayi di dalam pempes di ruang bersalin RSUD Pidie Jaya Aceh, Jumat (15/4 2021) tengah malam tanpa pertolongan tim medis.

Raudatul melahirkan bayi mungil ditemani sang ibu tanpa bantuan tim medis RSU Pidie Jaya, milik pemerintah tersebut.

Ketika sudah berada di ruang bersalin tanpa ada petugas dan akhirnyan melahirkan tanpa pertolongan. Bayi lahir dengan bantuan sang ibu."Petugas datang setelah bayi lahir," kata Raudah dengan nada sedih, itupun mereka datang hanya untuk memotong tali pusar.

Ibu muda yang bersuamikan Nurzahri itu saat melahirkan anak kedua becerita kepada sejumlah awak media tentang kisah persalinan yang dialaminya. "Saya trauma dengan pelayanan medis yang diberikan petugas di rumah sakit umum daerah Pidie Jaya," katanya.

Kata Raudah, sebelum mau melahirkan ibu kandung saya memberitaukan kepada petugas medis perihal keluhan diperutnya, petugas tidak menanggapinya, padahal cairan ketuban sudah mulai keluar, dan petugas dengan enteng menjawab pakai pempers aja dulu.

"Pasien ditinggalkan dengan keluarga dan melahirkan bayi sendiri, usai bayi lahir, kakak ipar saya langsung gedor-gedor pintu kamar petugas yang terlihat lagi asyik tidur di kamar," katanya.

Menurut pengakuannya, bayi perempuan mungil dengan berat 3,3 kg itu dilahirkan dalam pempers diatas tempat tidur di ruang persalinan sekira pukul 02:30 Wib.

Setelah bayi lahir baru tim medis datang memberikan pertolongan untuk memotong tali pusat bayi.

Sebelumnya, hanya ada keluarga dan seorang wanita hamil di samping tempat tidurnya yang datang membantu dan berusaha menjaga anak yang baru lahir itu agar tetap hidup.

Dikatakannya, sang bayi bernapas dan menangis setelah melahirkan, ia harus menunggu selama 5-10 menit sampai perawat datang.

Kisah pilu dialami pasien persalinan itu, dimulai sejak malam ketika tiba di rumah sakit umum daerah Pidie Jaya sekitar pukul 12.00 Wib, saat itu rasa nyeri diperutnya untuk persalinan sudah mulai terasa.

Kelahiran tidak dapat diprediksi dan dapat datang tiba-tiba.

Seharusnya petugas medis memantau pasien secara teratur dan menawarkan perawatan yang maksimal untuk ibu mau melahirkan, pungkasnya.

Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya, dr. Fajriman, S.p.S, M.Si, Med, belum bisa terkonfirmasi.(*)

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...