Breaking News

Isteri Gubenur Aceh Sambut Hangat Audensi Ketua BKOW Aceh Bersama Panitia Musda

Isteri Gubenur Aceh Sambut Hangat Audensi Ketua BKOW Aceh Bersama Panitia Musda

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Aceh Ir. Hj. Djuita Jalal, MP didampingi Sekretarisnya Dr. Harbiyah Gani beserta Panitia Musda X BKOW Aceh diantaranya Hj. Nurhayati RA, SH (Ketua SC) dan Dra. Hj. Fachriati, MM (Ketua OC) disambut hangat dan ramah oleh isteri Gubenur Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT di Ruang Tamu Rumah Dinas Wakil Gubenur Aceh Blang Padang Banda Aceh, 12 November 2021.

Menurut Djuita Audensi ini bertujuan untuk melaporkan bahwa kepengurusan masa bakti 2015-2020 diperpanjang karena pandemi covid 19 melanda hingga 2021 yang diketuai olehnya sudah berakhir, sekaligus diskusi tentang akan diadakannya Musda X BKOW direncanakan tanggal 8 Desember 2021 yang akan datang. Dalam audensi ini terjadi diskusi panjang dan serius tentang BKOW yang merupakan payung tempat berkumpulnya semua organisasi wanita dengan berbagai bentuk, mulai dari ormas wanita profesi hingga politik.

Djuita berharap kepada Dyah bagaimana BKOW ini bisa sejajar dengan TP PKK dan Dekranasda yang diketua isteri Gubenur, Dharma Pertiwi, Persit Chandrakirana, DPW dan persatuan isteri Muspidaprov lainnya lanjut Djuita.

Selaku penasehat BKOW Dyah Erti Idawati menyambut baik dan berdikusi panjang lebar tentang BKOW, Dyah mengatakan hampir sebagian besar Ketua BKOW se Indonesia itu dijabat oleh isteri Gubenur atau Wakil Gubenur provinsinya, sebahagian kecil yang bukan termasuk BKOW Aceh, dari pertemuan-pertemuan dengan isteri Gubenur se Indonesia itu dalam acara lain Dyah sering mendengar bagaimana kemajuan-kemajuan dicapai oleh BKOW masing-masing.

Serius tapi tetap santai diskusi ini Dyah sempat bercerita bagaimana upayanya selaku isteri Gubenur Aceh untuk dapat memajukan perempuan-perempuan Aceh diberbagai lini dan komunitas-komunitas yang banyak. Khususan BKOW dengan seluruh organisasi didalamnya Dyah mengajak tetap semangat menghadapi pengaruh-pengaruh negatif akan perjuangan perempuan apalagi seperti dirinya yang notabenenya pendamping pimpinan daerah.

Dyah bercerita tentang pengalamannya mendapingi suami selaku Gubenur Aceh ke Negara Dubai dengan harapan ada nota kesepahaman yang bisa ditandatangai dan dibawa pulang untuk masyarakat Aceh, walau Pak Nova sebagai Gubenur masih dalam keadaan kurang sehat karena musibah jatuh dari sepeda bulan yang lalu. Doa dan usaha sudah maksimal dilakukan tapi karena belum "kompaknya" seluruh pendukung seperti pemberitaan di Media lokal Aceh dan sosmed gruop maupun pribadi kita, belum menyatunyabpemahaman tentang arti penting misi itu sehingga yang kita perjuangkan belum bisa disepakatan dan ditunda.

"BKOW sebagai salah satu mitra Pemerintah dengan komunitas besar didalamnya jangan pernah lemah dan terus berjuang dalam berbagai hal untuk kemaslahatan ummat. Kolaborasi secara Ilmu dan Usia dalam kepengurusan itu penting karena semakin hari penggunaan teknologi khususnya IT semakin maju saja, belum lagi kita penuh memahami revolusi 4.0 kini kita harus dihadapkan dengan revolusi 5.0, nah BKOW harus jeli melihat ini dan harus bisa membandingkan dengan BKOW provinsi lain yang bisa maju dengan penuh perkembangan nyata, bahwa Ketua BKOW harus bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat, dinas/instansi sebagai mitra kerja agar jangan banyak mendapat masalah dalam menunaikan program kerja sehingga untuk mencapai tujuan sangat tergantung juga dari keterpengaruhan ketua, dan Dyah akan berusaha selalu ada bersama BKOW dan komunitas lainnya," tutup Dyah.

Audensi diakhiri dengan penyerahan ToR Musda X dan bincang-bincang ringan sambil bersama-sama diskusi tentang kemajuan BKOW ke depan.(*)

Sponsored:
Loading...