Breaking News

Ini Sosok Keuchik di Balik Suksesnya Panen Raya di Aceh Besar

Ini Sosok Keuchik di Balik Suksesnya Panen Raya di Aceh BesarFOTO: Adi
Khalid Wardana saat menanti kedatangan Mentan di gampongnya untuk Panen Raya

Rabu, 30 September 2020, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo melakukan panen padi raya di Aceh Besar.

Lokasi yang dipilih adalah persawahan yang terletak di gampong Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, pinggir jalan Banda Aceh-Medan, tidak jauh dari deretan toko yang dijual Roti Selai Samahani.

Kedatangan Yasin Limpo dalam tajuk panen padi raya tentu suatu kebanggan bagi masyarakat Aceh, khususnya Aceh Besar. Mengingat pada musim tanam sebelumnya banyak tanaman padi yang gagal panen. Itu disebabkan rusaknya waduk irigasi ditambah lagi dengan musim kemarau, sehingga areal persawahan di beberapa kecamatan tidak terairi menyebabkan padi menjadi puso.

Setelah Pemkab Aceh Besar melakukan perbaikan waduk penampungan irigasi dan aliran terusannya, masyarakat di 23 kecamatan sangat merasakan manfaatnya, apalagi dalam masa tadu ini dilakukan penanaman secara serentak dan hasilnya sangat menggembirakan.

Perlu diketahui, saat Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali mengatakan dengan kedatangan Menteri Pertanian mampu memberikan spirit dan dorongan buat petani untuk menjadi orang yang berada di garis depan dalam menyelamatkan pangan daerah maupun secara nasional.

Mawardi Ali menjelaskan Aceh Besar memiliki luas daerah 3000 km2 terdiri dari 604 desa di 23 Kecamatan dan dengan jumlah penduduk 400.000.

Sementara luas pertanian di Aceh Besar khususnya untuk tanaman pangan padi ada 29.000 hektar dan kemudian yang mampu diairi  irigasi lebih kurang 15.000 selebihnya masih dalam kondisi sawah tadah hujan namun demikian berkat dorongan dan bimbingan Aceh Besar mampu surplus.

Mawardi menyebutkan produksi gabah petani di Aceh Besar rata-rata  mencapsi 7,2 ton per hektar.

Untuk kali ini Aceh Besar tidak semua lahan berhasil ditanam, pelaksanaan tanam gadu secara serentak hanya 8000 hektar saja, karena masih dalam musim kemarau juga, namun  hasilnya alhamdulillah berlimpah 100% berhasil.

Keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan semua pihak, terutama penyuluh pertanian yang senantiasa melakukan bimbingan kepada para petani.

Kembali lagi kita membahas pemilihan lokasi yang diperuntukkan untuk sebuah hajatan level provinsi dengan kedatangan tamu dari berbagai kalangan baik dari kabupaten, provinsi, dan tentunya juga dari nasional.

Acara yang dipanitiai bersama Pemerintah Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Besar bersama-sama dengan instansi terkait dan tentunya dengan Pemerintahan Gampong Tumbo Baro yang nota bene sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan panen raya.

Gampong Tumbo Baro merupakan salah satu gampong dalam Kecamatan Kuta Malaka dengan luas 300 hektar, jumlah penduduk 1.530 jiwa, areal persawahan 50 hektar dan juga ada kawasan pertokoan dengan ciri khas Roti Selai Samahani.

Gampong tersebut dipimpin H Khalid Wardana, sejak lima tahun lebih lalu, telah banyak prestasi yang diraih, diantaranya juara pertama perlombaan gampong tingkat Provinsi Aceh.

Khalid Wardana menyampaikan bahwa gampongnya terbagus dalam pengelolaan aset, ada beberapa toko, lapangan futsal, bangunan PAUD dan beberapa fasilitas lainnya.

Studi Banding

Sehingga, beber Khalid Wardana, banyak daerah lain yang melakukan studi banding ke gampongnya bahkan setiap bulan.

"Baru-baru ini para keuchik dari Kecamatan Samudera Pase, Aceh Utara menimba ilmu di tempat kami," kata Khalid yang juga selaku Kasi Bimas di Kankemenag Aceh Besar ini.

Selain itu sebelum kedatangan Menteri Pertanian RI, dalam dua tahun terakhir ini berbagai lembaga dan organisasi telah melakukan kunjungan ke Gampong Tumbo Baro dalam rangka muhibah, study banding dan melakukan kerja sama.

Antara lain Senior Advisor World Bank Dr Tarmizi A Karim MSc, Walikota Salatiga H Yulianto SE MM bersama TP PKK, Dekan FISIP UIN Ar Raniry, Dr Ernita Dewi MHum bersama pimpinan fakultas dan mahasiswa, TP PKK Provinsi Aceh yang dipimpin Dr Dyah Erti Idawati dan ratusan keuchik dan aparatur gampong dari berbagai gampong di Aceh.

Mantan aktifis mahasiswa, mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (Himab), mantan Ketua Ikatan Pemuda Aceh Besar (Ipar), dan mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Besar serta Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Aceh Besar ini begitu piawai dalam memimpin gampong yang juga terdapat fasilitas pendidikan baik swasta maupun negeri.

Sehingga kepercayaan yang diberikan Pemerintah Aceh Besar untuk Gampong Tumbo Baro sebagai tuan rumah acara panen raya tidak perlu diragukan lagi. Dia bersama dengan aparatur dan masyarakat serta pihak lainnya terus melakukan persiapan-persiapan, sehingga acara yang berlangsung pada Rabu 30 September 2020 sukses.

Itulah sosok Keuchik Tumbo Baro, H Khalid Wardana yang menjadi motor penggerak kepanitiaan sebagai tuan rumah, dengan gaya kepemimpinan soft hand. Bravo Khalid Wardana. | C-Adi  |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...