Breaking News

Ini Penyebab Mahalnya Harga Ikan di  Banda Aceh

Ini Penyebab Mahalnya Harga Ikan di  Banda AcehFOTO: Rusli Ismail
Boat nelayan masih sandar di Krueng Aceh, Peunayong

Banda Aceh,BERITAMERDEKA.net – Sejak dua pekan terakhir paska Lebaran Idul Adha 1441 Hijriyah/2020 Masehi, stok ikan di Pasar Banda Aceh dan Aceh Besar masih menipis. Bahkan harga ikan yang ada juga mulai melambung tinggi. Sebagian lapak pedagang ikan di pasar juga kosong tidak ada aktivitas.

Informasi dihimpun BERITAMERDEKA.net, Selasa 11 Agustus 2020, menipisnya stok ikan di Pasar Banda Aceh dan Aceh Besar saat ini diakibatkan masih minimnya boat-boat nelayan yang berangkat ke laut.

“Meski sudah ada nelayan yang ke laut, tapi masih banyak juga yang masih mengurungkan diri untuk berangkat melaut,” kata sejumlah nelayan di Lampulo.

Meski diakui pedagang ikan sudah mulai beraktivitas di pasar, namun stok ikan masih menipis saat ini diakibatkan masih minimnya boat-boat nelayan yang berangkat ke laut. Akibatnya, harga ikan melambung.

Selain kabarnya nelayan masih minim yang ke laut karena masih khawatir dengan pengaruh angin kencang yang gelombang tinggi, sebagian nelayan juga masih tidak melaut karena sulitnya mendapat BBM.

Hingga hari ini, di Pasar Banda Aceh dan Aceh Besar sebagaimana yang terpantau BERITAMERDEKA.net, harga ikan seperti jenis tongkol dijual Rp30.000 per kg harga normal biasanya hanya Rp15.000-Rp18.000. Ikan Geregak Rp35.000-Rp.40.000 per Kg, gembong Rp50.000 per kg biasanya Rp28.000 Rp30.000 per kg.

Begitu juga jenis ikan laut lainnya rata-rata mengalami kenaikan tajam antara 60 hingga 100 persen dari harga normal biasanya. Kenaikan harga juga terjadi terhadap ikan pancing sungai dan ikan tambak.

Bahkan sebagian lapak penjual ikan diKota Banda Aceh dan Aceh Besar juga terlihat kosong, karena pedagang ikan tidak mendapatkan ikan serta  harus mengeluarkan modal tinggi untuk membeli ikan dari pedagang besar.| Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...