Breaking News

Ini Daftar Nama dan Pimpinan Kelompok KKB Papua yang Diburu TNI/Polri

Ini Daftar Nama dan Pimpinan Kelompok KKB Papua yang Diburu TNI/Polri

Jajarta, BERITAMERDEKA.net - Nama kelompok kriminal bersenjata ( KKB) Papua telah masuk daftar buru TNI.
Pihak TNI juga telah mempublikasikan secara terang nama pimpinan kelompok dan wilayah teror KKB Papua.

Kepolisian Daerah Papua telah mendata sejumlah kelompok kriminal bersenjata ( KKB) aktif di Papua.
Kelompok tersebut diincar aparat keamanan.

Apalagi kalau bukan meredam aksi-aksi teror yang selama ini mereka lakukan, tak hanya ke aparat namun juga warga sipil.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius D. Fakhiri menyebut setidaknya ada 6 kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Papua yang masih aktif beraksi di Bumi Cenderawasih.

Kelompok aktif itu sudah masuk daftar target kepolisian di Papua.

Bahkan anak buah Kapolri Jenderal Listyo Sigit tak ragu membocorkan nama kelompok, berikut identitas pimpinan KKB dan lokasi teror mereka.
Tindakan tegas sampai pelumpuhan juga telah diperintahkan kepada prajurit, apabila KKB papua tersebut melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan petugas maupun warga.
Kapolda menyebut nama yang memimpin kelompok kriminal bersenjata itu, di antaranya Lekagak Telenggen dan Egianus Kogoya.

“Mereka masih aktif melakukan kekerasan bersenjata yang akhirnya menjadi teror bagi masyarakat,” imbuh Fakhiri, Minggu (2/5/2021).

Menurut Inspektur Jenderal Mathius, keenam KKB tersebut tidak beraksi di semua wilayah Papua. Mereka hanya beraksi di beberapa tempat saja.

“Dari kepolisian, dari yang sudah kami petakan, sebenarnya kelompok ini adalah kelompok yang besar, tapi yang aktif ada enam kelompok di Puncak, Intan Jaya dan Nduga," ujar Kapolda.
Irjen Mathius D. Fakhiri pun membeberkan sepak terjang masing-masing kelompok tersebut.

Pada 2021, KKB pimpinan Lekagak Telenggen menjadi kelompok yang paling aktif membuat "aksi kekerasan" di Kabupaten Puncak.
Kemudian KKB Pimpinan Sabinus Waker pada 2020 "sangat meresahkan" di Intan Jaya.

Selain itu, Fakhiri menyebut kelompok baru yang merupakan bagian dari kelompok Lekagak Telenggen yang mulai "aktif melakukan teror".

"Ada kelompok Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, ada kelompok Paniai, ada kelompok Ndugama Egianus Kogoya, dan ada sempalan-sempalan kelompok Lekagak yang sudah muncul," tutur perwira menengah Polri dengan tiga melati dipundaknya tersebut.
Selain enam kelompok tersebut, Fakhiri mengungkapkan sudah ada beberapa KKB yang sudah tidak aktif. Bahkan sudah ada yang telah kembali di tengah masyarakat.

"Ada kelompok lain yang kami syukuri sudah tenang, ada yang sudah kembali melakukan aktivitas sebagaimana masyarakat biasa," dia menjelaskan.

Mengenai keberadaan KKB di Kabupaten Puncak yang dalam beberapa waktu terakhir sering melakukan aksi kekerasan bersenjata, Kapolda menegaskan aparat keamanan sudah melakukan berbagai tindakan.

"Setelah kejadian di Beoga kita ada turunkan tim di sana untuk melakukan pemulihan dan penegakan hukum, kami menggeser juga kekuatan untuk menyekat di Ilaga. Semua penguatan di dua titik itu untuk melakukan penindakan kepada mereka," tandas Fakhiri.

Tindakan Tegas
Mengenai keberadaan KKB di Kabupaten Puncak yang dalam beberapa waktu terakhir sering melakukan aksi kekerasan bersenjata, Fakhiri menegaskan aparat keamanan sudah melakukan berbagai tindakan.

"Setelah kejadian di Beoga kami ada turunkan tim di sana untuk melakukan pemulihan dan penegakan hukum, kami menggeser juga kekuatan untuk menyekat di Ilaga. Semua penguatan kami di dua titik itu untuk melakukan penindakan kepada mereka (KKB)" kata Fakhiri.

"Tidak boleh lagi orang melakukan aksi kekerasan bersenjata yang membuat orang trauma sehingga penindakan hukum dengan tegas dan terukur kami lakukan," sambungnya.

Aparat keamanan, sambung Fakhiri, terus berusaha untuk mengungkap seluruh jaringan KKB yang ada di Papua.
Karenanya, aparat selalu berusaha menangkap KKB dalam keadaan hidup.

"Tentu kami berusaha menangkap mereka hidup untuk mengetahui jaringannya, tetapi kalau mereka melawan kami akan lumpuhkan," kata dia.(*)

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...