Breaking News

Hutan Belantara Simpang Jernih, Penuh 'Aroma' Misteri

Hutan Belantara Simpang Jernih, Penuh 'Aroma' Misteri
Teks Foto: Jalan berlumpur menuju Simpang Jernih, Aceh Timur. (Beritamerdeka.net/Ist.)

Simpang Jernih, BERITAMERDEKA.net -
Simpang jernih, salah satu kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur, masih terbilang  daerah terisolir. Letak geografis di jajaran pengunungan bukit barisan. Alamnya masih sangat asri, juga penuh 'aroma' misteri yang diyakini warga setempat.

Untuk akses ke daerah tersebut, ada dua jalur. Pertama, jalan darat yang belum pengerasan. Jika musim kemarau penuh debu dan berlumpur saat musim penghujan. Kedua, melalui sungai mengunakan perahu motor.

Kecamatan tersebut terdiri dari delapan gampong, diantaranya, HTI Rantau Naro, Tampor Bor, Tampor Paloh, Melidi, Batu Sumbang, Simpang Jernih, Pante Kera, dan Rantau Panjang.

Sebagian besar warga suku Aceh Gayo.  Bermukim di sana kurang lebih 3.148 jiwa. Mata pencaharian mereka rata - rata sebagai petani, dan sarana pendidikan mulai dari SD hingga SMK sudah tersedia.

Kalau dirinci, Simpang Jernih lebih dekat dengan Kabupaten Aceh Tamiang dan Langsa, ketimbang Kabupaten Aceh Timur.

Bukan hal yang aneh bila kedapatan warga Simpang Jernih berbelanja ke Kota Kuala Simpang dan Langsa. Namun bila berurusan dengan Pemerintah Aceh Timur mereka harus pergi ke kota Idi yang lumayan jauh jarak tempuhnya.

Sebagian besar wilayah Kecamatan Simpang Jernih merupakan hutan belantara yang masih 'perawan'. Pepohonan besar nan rindang dengan segala jenis tanaman terturup kanopi yang tinggi. Demikian halnya dengan berbagai jenis satwa, primata, dan jenis unggas masih terlihat keberadaannya dan hal ini dipastikan dikarenakan habitat nya belum dirusak.

Mengapa ditabalkan penuh misteri? Warga setempat masih meyakini kemisterian hutan Simpang Jernih ini. Dan hal itu, mereka kaitkan dengan kejadian-kejadian, seperti tersesatnya seorang penggembala pada 4 Oktober 2020 lalu. Dimana, Abubakar yang kesehariannya menggembala ternak sapi nya, tetiba tersesat dan hilang kontak beberapa hari dengan keluarganya.

Alih-alih, menjaga ternak sapi nya, ternyata Abubakar masuk hutan mencari bunga yang sempat viral yaitu 'janda bolong'. Bermula ketika, tiga warga masuk hutan untuk mengembala sapi. Entah apa yang terlintas dipikiran Abubakar. Ia menelusuri hutan lebih ke dalam untuk mencari bunga tersebut.

Saat sore menjelang malam, Abubakar pun tersadar bahwa sudah terlalu jauh masuk hutan. Dirinya tidak mengetahui sama sekali jalan pulang termasuk tempat mengikat ternaknya.

Alhasil, Dia harus rela menginap di hutan. Setelah beberapa hari berada dalam hutan, akhirnya si pengembala kembali ke rumah dengan selamat.

Ada cerita lainnya. Salah seorang pemancing ikan, pada 23 Februari 2021, Ia masuk ke hutan bersama teman dengan niat ingin memancing. Naas, bagi Sakirin warga Benua Raja, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Ia harus menginap selama dua malam di hutan tersebut, akibat terperosok ke dalam jurang. Sementara temannya mencari bantuan.

Bala bantuan pun datang, sehingga Sakirin dapat dievakuasi menggunakan tandu oleh regu penyelamat, dimana kondisi Sakirin terluka dan patah tulang belakang akibat terperosok ke jurang.

Hutan Simpang Jernih, sampai kini masih menyimpan 'aroma' kemisteriannya. Boleh percaya juga tidak, namun masyarakat setempat meyakininya. Hutan belantara yang belum terjamah dan mwnyimpan misteri.  | Syafrul |

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...