Breaking News

Euforia Sambut Habib Rizieq

Hotel Di Jakarta Penuh, Jokowi Diminta Sambut dengan Pidato

Hotel Di Jakarta Penuh, Jokowi Diminta Sambut dengan Pidato
Ilustrasi

BERITAMERDEKA.net - Euforia kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq kian menggema. Atas hal ini, Presiden Jokowi pun diminta untuk menyiapkan pidato sambutan atas kedatangan Habib Rizieq ke Tanah Air.

Menurut kolumnis Hersubeno Arief dalam keterangannya, sudah banyak pendukung Habib Rizieq yang sudah bersiap memenuhi Bandara Soekarno Hatta. Hal itu juga yang banyak dilakukan pendukung Rizieq dari berbagai daerah di Tanah Air.
Di mana mereka siap memenuhi lokasi penjemputan, walau datang dari berbagai pelosok daerah.

“Menariknya lagi dari informasi, hotel-hotel di bandara sudah mulai penuh. Artinya kalau ada yang hendak menginap sekitar tanggal 9-10 November, diharapkan mengatur jadwal kembali,” kata Hersubeno Arief dalam saluran Youtube Rocky Gerung, disitat Senin 9 November 2020.

Walaupun demikian, di tengah gempita detik-detik kepulangan Habib Rizieq ke Tanah Air, ada upaya pihak-pihak tak bertanggung jawab yang disebut menunjukkan sinyal kurang baik. Yakni mereka mulai merusaki baliho-baliho yang bergambar Habib Rizieq.

“Ini disertai foto-foto dari baliho besar, dirusak orang tak bertanggung jawab, ini sinyal kurang baik, dan menunjukan ada ketegangan,” kata dia lagi.

Atas hal ini, pengamat politik Rocky Gerung memberikan komentarnya. Menurut dia, terkait adanya perusakan baliho-baliho Rizieq, pertanda di Indonesia masih ada dalam kerangka ketidakutuhan.

Padahal, di satu sisi, berkali-kali Jokowi menegaskan tidak ada istilah cebong dan kampret. Namun Rizieq hingga kini masih ditempatkan pada frame itu.

“Seolah-olah ada ketidaklegaan saat Habib Rizieq pulang. Kita belum dengar ada keterangan bermutu soal kepulangan Habib Rizieq dari Istana,” kata Rocky di kesempatan yang sama.

Istana, disebut Rocky kemudian, hingga kini mengelak memberi komentar. Namun bahasa tubuhnya dengan tegas seolah tak menghendaki Habib Rizieq pulang.

“Justru seolah-olah ada ketegangan di bandara. Layaknya Bareskrim sedang menunggu seorang buronan, atau BIN yang berupaya mencari tahu apa yang akan ducapkan Habib Rizieq di depan pers, 10 menit usai mendarat.”

“Lalu Istana on call sidang mendadak untuk menentukan apakah Habib Rizieq langsung masukkan ke karantina, atau ada basa-basi kecil.
Tidak ada upaya untuk mengakrabi warga negaranya. Itu saya anggap kegagalan pemerintah tentang membangkitkan imajinasi kebangsaan,” jelasnya.

Sedangkan terkait euforia banyaknya publik yang tengah menanti kedatangan Habib Rizieq, Rocky menilai Presiden Jokowi ada baiknya menyiapkan pidato sambutan untuknya.

Sebab kedatangan Habib Rizieq dianggap momentum yang pas untuk menghasilkan keakraban antara ‘cebong dan kampret’. Bukan justru menganggap dia sebagai batu sandungan selama rezim ini berkuasa.

“Ini momen bagus Jokowi lakukan pidato sambut Habib Rizieq, untuk ingatkan pernah ada cekcok dengan Habib Rizieq. Apalagi negeri ini harus tumbuh.”

Namun, asa seolah jauh dari rasa. Rocky justru melihat rezim ini seolah bukan mendekat kepada keakraban, namun makin lama justru makin menjauh kepada Rizieq.
Dan itu yang kemudian ditandai oleh perusakan-perusakan simbol-simbol dan baliho Habib Rizieq di sejumlah tempat.

“Siapapun yang lakukan itu, artinya kita tidak siap. Sebenarnya memang perlu disiapkan rekonsiliasi, karena memang terjadi polarisasi,” katanya. (*)

Sponsored:
Loading...
Loading...