Breaking News

Bank Aceh

Hormati Idul Fitri, Ribuan Nelayan Aceh Seminggu tak Melaut

Hormati Idul Fitri, Ribuan Nelayan Aceh Seminggu tak Melaut
Tak Melaut, Boat ditambat di dermaga

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Para nelayan di Banda Aceh dan Aceh Besar serta di beberapa kabupaten/kota lainnya di Aceh tidak melaut selama Lebaran Idul Fitri. Libur para nelayan tersebut untuk menghormati hari-hari besar agama Islam.

“Sudah menjadi tradisi selama Lebaran ribuan nelayan di Provinsi Aceh tidak melaut, “ujar beberapa tokoh nelayan kepada BERITAMERDEKA.net di Banda Aceh, Kamis 28 Mei 2020. “Untuk menghormati Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah, nelayan di Ibukota Provinsi Aceh (Banda Aceh dan Aceh Besar), sejak H-2 hingga H+6 Idul Fitri tidak melakukan aktivitas melaut lagi, kata Mahdi, tokoh nelayan setempat, Kamis 28 Mei 2020 di Banda Aceh.  

Hal itu sebagaimana disampaikan Panglima Laot Pidie, Toke Hasan Batee dan Panglima Laot Pidie Jaya Muhammad Bentara, para nelayan di Pidie dan Pidie Jaya, sejak Jumat 22 Mei 2020 tidak melaut lagi.

“Libur yang dilakukan ini untuk mengormati Idul Fitri yang rutin dilakukan nelayan setiap hari-hari Besar Islam dan hari besar kenegaraan RI. Nelayan baru akan kembali melaut pada pada lebaran ketujuh, Sabtu 30 Mei 2020. 

Hal sama juga diungkapkan Panglima Laot Lamteungoh Peukan Bada, Aceh Besar, Baharuddin, libur atau istirahat melaut yang dilakukan para nelayan itu tidak lain karena hanya untuk mengormati Idul Fitri yang rutin dilakukan nelayan setiap hari-hari Besar Islam dan hari besar kenegaraan RI. Nelayan baru akan kembali melaut pada pada lebaran keempat atau kelima biasanya, tapi karena tahun terhalang dengan hari Jumat (libur umum), maka liburnya diperpanjang, kata Baharuddin.

Hal itu dibenarkan Panglima Laot Aceh, Bustamam, sebagian besar nelayan memilih melakukan aktivitas kembali ke laut seminggu usai lebaran.

“Rata-rata nelayan di Aceh kembali melaut seminggu setelah lebaran. Itu pun tergantung kondisi cuaca di laut, “tambahnya.

Salah satu pasar ikan sepi

Dikatakannya, nelayan di Provinsi Aceh selama lebaran memilih untuk istirahat melaut agar dapat berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman. “Sebagian nelayan di Banda Aceh dan Aceh Besar adalah pendatang dari daerah lain di Aceh. Mereka lebih memilih libur agar dapat merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman, “terangnya.

Diakuimnya, selama nelayan tidak melaut, dipastikan stok ikan di Banda Aceh akan menipis bahkan boleh dikatakan kosong. Sehingga dipastikan akan terjadi kenaikan harga. Namun hal ini tidak berpengaruh besar bagi masyarakat, karena selama lebaran permintaan ikan sangat kurang, “pungkasnya.

Kondisi tersebut, tentunya akan membuat ibu rumah tangga tidak hanya pusing menghadapi harga sayur yang terus melambung di Banda Aceh, tapi juga dipusingkan dengan harga ikan laut yang melambung tinggi alias naik bahkan sulit didapat.

Manfarisyah,55, ibu rumah tangga warga Desa Lamlagang, Banda Aceh, mengatakan, menu ikan sangat penting bagi keluarganya, tapi dengan melambungnya harga ikan harus pandai mengganti menu makanan di rumah, ujarnya menanggapi dampak para nelayan tidak melaut ketika dijumpai di Pasar Peunayong. 

Kadir,34, pedagang ikan di pasar setempat menyebutkan, selama nelayan tidak melaut harga ikan akan tinggi disebabkan pasokan sangat kurang bahkan tidak ada seperti yang terjadi tahun lalu sehingga berdampak pada melonjaknya harga penyedap makan itu.

Amatan BERITAMERDEKA.net di beberapa kawasan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, sejumlah kapal milik nelayan ditambat di dermaga.

Hingga hari kelima Idul Fitri, aktivitas perdagangan sudah mulai berdenyut, suasana pasar tradisional di sejumlah kawasan di Kota Banda Aceh sejak, Rabu 27 Mei 2020 mulai berdenyut.

Meski diakui juga masih ada warung kopi dan pedagang klontong yang belum buka toko, karena masih mudik di kampung halaman. 

Namun demikian, meski frekuensi penjualan sudah mulai meningkat, hingga kemarin masih terlihat suasana di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Banda Aceh termasuk Aceh Besar, agak sepi dari hari-hari sebelum lebaran, ini dikarenakan masih ada sebagian pemudik belum balik ke Banda Aceh. 

Begitu juga mereka yang sudah kembali ke Banda Aceh, tapi belum memulai beraktivitas dan masih istirahat di rumah atau melaksanakan puasa sunat Syawal (puasa enam-red), kata seorang pedagang.

Aktifitas jual beli di sejumlah pasar tradisional dalam kawasan Kota Banda Aceh dan sebagian Aceh Besar, menurut para pedagang diperkirakan akan kembali normal pada akhir pekan ini, yakni Jumat besok. “Jadi kalau mereka belum beraktivitas, ya suasana masih sepi saja, “kata M. Nur, seorang pedagang di Pasar Seutui Banda Aceh.

Sementara itu, perkembangan harga sayur belum normal, meski sudah ada yang turun, namun belum stabil bila dibanding dengan lonjakan harga beberapa hari sebelumnya. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...