Breaking News

Harga Sawit di Abdya Fantastis, Dari Rp 700 Jadi Rp 1.800 per kg

Harga Sawit di Abdya Fantastis, Dari Rp 700 Jadi Rp 1.800 per kg
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit melejit. Dari sebelumnya Rp 700 per Kg, naik menjadi Rp 1.800 per Kg di tingkat petani.

Blangpidie, BERITAMERDEKA.net - Warga Kabupaten Aceh Barat Daya khususnya bagi para petani  sawit merasa bangga dan lega dengan kenaikan harga secara fantastis dari Rp700/kg menjadi Rp1.800/kg.

"Alhamdulillah, sekarang harga sawit terus naik. Tentunya ini membuat petani sawit makin semangat memelihara tanaman dan memanennya," kata Muazam , seorang petani sawit di Abdya, Sabtu (16/1/2021).

Ia mengatakan, harga sawit yang berlaku di tengah masyarakat, terutama di kalangan tauke tidak sama dengan harga sawit yang ada di perusahaan. Harga sebesar Rp1.800 per kilogram ini, menurutnya, merupakan harga di perusahaan.

Dengan adanya kenaikan harga buah sawit segar ini ekonomi masyarakat akan terdongkrak dan buah sawit yang sudah matang terus dipanen warga yang khawatir membusuk.

Sementara jika harga sawit turun masyarakat petani sawit enggan untuk memanennya karena besarnya biaya operasional pemanenannya lebih tinggi dari hasil yang mereka didapat.

Akhir- akhir ini petani mulai merasa lega dan bahagia karena dengan meningkatnya harga sawit di Abdya akan membantu orang tua untuk membiayai anak- anaknya.

"Setidaknya panen sawit dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan anak-anak maupun ekonomi rumah tangga."


Ditambahkan, naiknya harga komoditas sawit di Abdya tentunya sangat membuat petani merasa lebih lega.

Sebab, selama setahun terakhir harga sawit di Abdya sempat anjlok. Bahkan sebagian petani ada yang menebang dan menjual sawit mereka lantaran tidak mampu untuk menyiapkan biaya perawatan.

"Petani semakin bergairah dengan kondisi harga saat ini. Kebun sawit terus dirawat dengan baik guna mendapatkan hasil yang melimpah,” demikian pungkasnya. | MUSTAFARUDIN |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...