Breaking News

Harga Emas Turun, Pembeli Mahar Serbu Pasar

Harga Emas Turun, Pembeli Mahar Serbu PasarFOTO: Istimewa
Ilustrasi

Banda Aceh,BERITAMERDEKA.net – Dalam tiga hari terakhir ini harga emas turun sebanyak Rp150.000 per mayam dari angka Rp3.150.000 per mayam menjadi Rp3.000.000 permayam pada, Senin 10 Agustus 2020.

“Ya, untuk hari ini harga emas turun Rp150.000 per mayam dari sebelumnya tiga hari lalu yang harganya Rp3.150.000 per manyam, kini menjadi Rp.3.000.000 per manyam. Namun, harga sebesar itu belum termasuk ongkos buat untuk perhiasan apa dengan ongkosnya yang disesuaikan menurut jenis perhiasan,“ ungkap Basri Usman, penjaga salah satu toko emas menjawab pertanyaan BERITAMERDEKA.net, Senin 10 Agustus 2020. 

Dengan turunnya harga "si kuning" ini maka banyak warga yang membelinya untuk investasi dan keperluan mahar nikah. Apalagi, sekarang sudah banyak warga yang menikah dan menggelar pesta pernikahan secara terbuka.

Hal sama diakui seorang pedagang emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Murizal yang mengatakan turunnya harga emas ini dipengaruhi situasi new normal yang sudah mulai diberlakukan.

Sehingga pasar kini sudah dapat menerima kondisi Covid-19 yang mewabah saat ini. Jadi masyarakat sudah tidak begitu cemas lagi dengan keadaan sekarang. Kalau baru-baru mendengar Covid-19 ini masyarakat di dunia, termasuk Indonesia termasuk Aceh masih syok.

“Sehingga hal ini berpengaruh juga ke pasar dunia yang sudah mulai membaik dengan new normal," sebutnya.

Transaksi yang terjadi selama ini, kata Murizal, perbandingannya 70:30, lebih banyak yang membeli daripada menjual. "Karena sekarang harganya turun, jadi masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli emas sebagai investasi, "katanya.

Ia menambahkan rata-rata emas yang dibeli berupa perhiasan, karena selain bisa digunakan juga bisa sekaligus investasi. "Masyarakat masih percaya di emas untuk investasi, karena dalam jual beli pun tidak terlalu banyak untung ruginya," kata Murizal. 

Tunda Nikah
Ditambahkannya, jika sebelumnya banyak calon Pengantin di Aceh Aceh yang terpaksa menunda pernikahan karena harga emas perhiasan jenis emas London atau emas kadar 95 persen mengalami kenaikan sangat drastis. Hal itu terjadi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Hal itu seperti yang terjadi pada, Sabtu 8 Agustus 2020 lalu, harga emas mentok pada angka Rp. 3.150.000 per mayam di Banda Aceh. Bahkan terkadang ada yang mematok dengan harga mencapai Rp 3.200.000 per mayam," ungkap Basri Usman.

Dijelaskan, ongkos membuat perhiasan itu tergantung jenisnya perhiasannya. Seperti cincin misalnya itu ongkosnya Rp 50 ribu per cincin. Bahkan kalau perhiasan kalung bisa lebih mahal lagi. Selain itu jika warga menjual kembali per mayam dipotong Rp 100 ribu.

Ditambahkan Usman, seorang pedagang emas lainnya, yang menyebutkan kenaikan harga emas yang terjadi selama ini adalah akibat dampak pengaruh mewabahnya Covid-19. Sejak mewabahnya virus yang sangat menakutkan itu harga emas di dunia naik secara drastis dan harganya tidak stabil (naik turun) hingga sekarang.

"Memang memasuki 2020 harga emas relatif naik dari sebelumnya 2019, Rp1.800.000 sampai 1.850.000 per mayam. Tapi sejak memasuki 2020 menjadi Rp2,2 juta per manyam. Namun sejak dilanda wabah virus corona harga emas melonjak naik diatas Rp 2,5 juta per mayam," ungkap Usman.

Akibat harga emas yang naik ini, warga dominan memilih menjual emasnya karena mendapatkan keuntungan. "Sedangkan calon pengantin lebih banyak menunda pernikahannya, karena emas mahal. |Rusli Ismail |.

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...