Breaking News

Harga Daging Meugang Tinggi, Daya Beli Rendah

Harga Daging Meugang Tinggi, Daya Beli Rendah

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Harga daging sapi menjelang sehari atau meugang pertama dan kedua Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, yang dipatok pedagang daging musiman dinilai terlalu tinggi tembus Rp.150.000 hingga Rp.160.000 per kilogram.

Namun, daya beli masyarakat turun, di pasar daging tradisional Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, Jumat dan Sabtu 22 dan 23 Mei 2020.

Keterangan yang diperoleh BERITAMERDEKA.net, baik dari kalangan pedagang dan masyarakat, harga daging itu masih bertahan seperti sebelum hari meugang. Mahalnya harga daging meugang menyambut  Idul Fitri masih bertahan hingga pukul 13:00 Wib.

Menjelang pukul 14:00 wib harga turun secara perlahan sedikit turun menyusul daya beli masyarakat sangat kurang, ujar seorang pedagang menjawab BERITAMERDEKA.net di lapak jualan kawasan Peunayong.

Secara umum di Banda Aceh dan Aceh Besar meugang lebaran berlangsung selama dua hari. Namun, menurut seorang pedagang, Hanafiah, kenaikan harga daging sapi terjadi karena kenaikan harga sapi, pihaknya tidak menaikkan harga jual, tapi disesuaikan dengan harga beli sapi.

Jadi harga jual daging disesuaikan sedikit di atas harga tebus yakni Rp.150.000 hingga Rp.160.000 per kg.

Agus, Pedagang daging di Banda Aceh, memperkirakan harga daging akan bertahan beberapa bulan ke depan sehubungan akan masuknya Bulan Dzulhijjah yang bertepatan dengan pelaksanaan Haji.

Dimana umat Islam pada bulan itu banyak menghabiskan ternak lembu untuk acara qurban.

Sementara itu rata-rata penjual pada hari tersebut mengaku terjadi kenaikan omset, dibanding hari-hari biasa.

Memang dibanding suasana meugang jumlah tersebut sedikit menurun namun tetap meningkat dibanding hari normal yang biasanya melayani penjual warung makanan.

Para pedagang sapi dan ayam jenis lokal ((kampung-red) yang berjualan di Banda Aceh mampu meraih keuntungan besar karena dagangannya habis terjual.

Sedang pedagang yang menyembelih sapi jenis Tapos dan menjual ayam potong tampaknya terpuruk, karena daging sapi jenis Tapos dan ayam potong kurang diminati masyarakat

Sejumlah ibu rumah tangga yang sedang berbelanja mengungkapkan, mereka ogah membeli daging sapi Tapos dan ayam potong karena rasa dagingnya kurang lezat, bila dibandingkan daging sapi lokal dan ayam  kampung lebih enak, ungkap seorang ibu.

Seorang ibu rumah tangga, Wati, mengatakan, mahalnya harga daging membuat ibu rumah tangga urung untuk membeli daging. Pasalnya, pengeluaran rumah tangga juga semakin meningkat.

“Lebih baik kami membeli barang lain yang lebih murah, misalnya ikan dan daging ayam untuk dikonsumsi, “kata warga Seutui ini.

Pantauan di lapangan, harga daging meugang di hari pertama dan kedua itu berlaku sama di semua pasar tradisional, seperti di Peunayong, Beurawe, Ulee Kareng, Darussalam, Lamnyong, Gampong Ateuek Pahlawan, Neusu Aceh, Pasar Seutui, Gampong Baro, (Banda Aceh), Keutapang, dan Lambaro, Aceh Besar. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...