Breaking News

Bank Aceh

Gunawan : Rektor bukan Tujuan Menghadang Prof Syahrizal

Gunawan : Rektor bukan Tujuan Menghadang Prof Syahrizal
H Gunawan,MA, PhD

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Wakil Rektor 1 membidangi Akademik dan Kelembagaan, H Gunawan, MA, PhD mengklarifikasi lebih lanjut tentang keikutsertaan Prof DR Syahrizal, M Ag, pada seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang digelar Kementrian Agama RI.

Kepada beritamerdeka.net lewat rilisnya Sabtu 2 Mei 2020, Gunawan menjelaskan, tidak dapat diberikan izin untuk Prof Syahrizal oleh Rektor Uinar, bukan bertujuan untuk menghadang.

Tapi, lebih kepada untuk melestarikan dan meningkatkan mutu pendidikan di kampus."Janganlah informasi ini menjadi liar dan tak menentu arahnya, apalagi di bulan suci ini," ungkapnya.

Tidak dapat memberi izin kepada Prof Syahrizal Abbas untuk melamar menjadi calon Kakanwil Kemenag Aceh, menurut Gunawan, murni karena pihaknya lebih memikirkan keberlangsungan prodi yang bersangkutan (ilmu hukum).

Saat ini, tambahnya, ratio dosen : mahasiswa tidak ideal yaitu 1:87,14. Sedangkan batas maksimal yang dapat ditolerir oleh BAN-PT adalah 1:60.

Dengan ratio dosen : mahasiswa 1:87,14 yang dimiliki oleh prodi yang bersangkutan (ilmu hukum), jelas prodi tersebut tidak dapat memperpanjang izinnya.

Selain itu, ketika melakukan usul reakreditasi dengan sendirinya ditolak oleh sistem BAN-PT.

Sebelumnya, tambah Gunawan, Prof Syahrizal tidak pernah memasukkan permohonan secara resmi kepada rektor.

Ditambahkan, sebagaimana dikatakan Prof Syahrizal, pernah melakukan kontak lewat WA dan telpon, belum pernah ada dihubungi."Pak rektor merasa tak pernah dihubungi," kata Gunawan.

Menyangkut sudah mendapatkan izin dari dekan, menurut Gunawan, rektor tidak pernah memberi arahan dan restu kepada Dekan Fakultas Syariah, dimana home basic Prof Syahrizal, untuk memberikan rekomendasi.

Menurut Gunawan, Dekan Fakultas Hukum dan Syariah, DR Siddiq telah melakukan hal diluar kèwenangannya, serta telah menyalahi prusedur. "Tolong diluruskan supaya tidak jadi debat kusir dan fitnah," demikian Gunawan diakhir rilisnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Prof Syarizal sudah lulus tahap administrasi pada seleksi JPTP Kementrian Agama RI, dengan posisi calon Kakanwil Kemenag Aceh.

Kelulusannya, kemudian dianulir oleh timsel Kemenag RI. Pembatalan itu, terjadi setelah adanya surat rektor yang meminta supaya kelulusan tahap administrasi Prof Syahrizal dibatalkan.

Akhirnya, berbagai pihak, termasuk Prof Syahrizal sendiri mempertanyakan dan kecewa dengan sikap rektor.

Sejumlah tokoh mengatakan, seharusnya rektor tidak sekejam itu terhadap Prof Syahrizal. "Kan masih bisa dikomunikasikan, kalau perlu dipanggil dan disuruh mundur saja dari proses JPTP. Kalau begini cara kan banyak timbul pertanyaan, ada apa ini," ungkap salah seorang tokoh pendidikan Aceh.

Prof Syahrizah kepada media ini, sebelumnya mengatakan pihaknya sudah beberapa kali menghubungi rektor, tapi belum pernah ada reaksi. Sehingga ia minta rekomendasi dekannya. | bem |

Sponsored:
Loading...