Breaking News

Bank Aceh

5 Kali Dikabarkan Tokoh Sentral FPI Pulang tapi Belum Terwujud

Golkar Minta Kapolri Bersikap Soal Habib Riziq akan Pimpin Revolusi

Golkar Minta Kapolri Bersikap Soal Habib Riziq akan Pimpin Revolusi

Jakarta, BERITAMERDEKA.net - Ketum FPI KH Ahmad Shabri Lubis menyebut Habib Rizieq akan segera pulang ke Tanah Air. Namun, berdasarkan data di imigrasi Arab Saudi, Habib Rizieq belum bisa pulang. Kabar 'Habib Rizieq akan pulang' sebenarnya sudah beberapa kali muncul tapi belum terwujud hingga sekarang.

Pernyataan Ketum FPI tersebut malah menjadi rumit dan catatan tersendiri bagi pemerintah. Soalnya, setelah menginfokan tentang kepulangan tokoh sentral FPI itu, Shabari juga membuat pernyataan Habib Riziq pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi.

Karena adanya pernyataan semacam itu, Partai Golkar meminta kepada Kapolri untuk bersikap tentang pernyataan yang dinilai sangat provokatif tersebut.

Sebagaimana diketahui, Habib Rizieq berada di Arab Saudi sejak April 2017. Habib Rizieq tak bisa pulang karena terganjal masalah overstay visa dan isu pencekalan.

 Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono menilai Polri harus bersikap perihal kabar imam besar FPI Habib Rizieq Syihab akan kembali ke Indonesia dan memimpin revolusi. Menurut Dave, memimpin revolusi adalah pelanggaran UU.

Dave Laksono 

"Ini (Habib Rizieq akan pimpin revolusi) kan kasus hukum, bukan politik. Sebaiknya Polri yang menyikapi," kata Dave kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Dave mengingatkan bahwa pemilihan presiden di RI dilakukan setiap lima tahun. Anggota Komisi I DPR RI itu meminta pihak yang ingin mengganti pemerintahan saat ini menunggu hingga 2024.

 "Ya itu (memimpin revolusi, red) kan melanggar UU. Pemerintah kan dipilih per 5 tahun. Bila ingin mengganti presiden ya tunggu 2024," sebutnya.

Seperti diketahui, kabar soal Habib Rizieq akan pulang ke RI dan memimpin revolusi disampaikan Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis. Itu merupakan orasi Shabri dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

"Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi," kata Shabri dari atas mobil komando, di patung kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (13/10).

Kabar tersebut kemudian direspons  Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Agus mengungkapkan status Habib Rizieq dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah' atau belum bisa keluar dari negara tersebut.

"Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bahwa sampai detik ini Nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah'," kata Agus  Rabu (14/10/2020).

"'Blinking merah' sama dengan belum bisa ke luar Saudi," imbuhnya.(*)

Sumber:detik.com
Sponsored:
Loading...