Breaking News

Ganti Sebutan “Reje” Jadi “Cik”, Sejumlah Kepala Desa Sambangi DPRK Aceh Tengah

Ganti Sebutan “Reje” Jadi “Cik”, Sejumlah Kepala Desa Sambangi DPRK Aceh Tengah

Takengon, BERITAMERDEKA.net – Misriadi atau kerap disapa Adi Bale selaku Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Aceh Tengah, mempertanyakan sejauh mana progres pembahasan revisi qanun nomor 4 tahun 2011, tentang pemerintahan kampung. Pertanyaan tersebut dilontarkan Adi Bale di ruang sidang DPRK setempat, Kamis (27/5/2021).

Pihaknya menyayangkan, selama proses pembahasan qanun tidak dilibatkan, seharusnya qanun tersebut dilakukan uji public secara akademik agar tidak selalu dirubah sesuai kehendak siapapun, ujarnya.

"Penamaan reje, cik, dan kepala kampung yang ditetapkan, ini apakah sudah tepat, se-urgen apa sehingga nama reje itu diganti. Produk yang dibuat ini tidak hanya sesaat lalu berubah lagi, apakah setiap perubahan lembaga adat berubah juga penamaan ini," ungkap Adi Bale.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRK sekaligus anggota Banleg Samsudin, menjelaskan dalam qanun tersebut masih banyak pasal yang belum lengkap, dan banyak yang multitafsir. Pihaknya menyatakan perubahan qanun tersebut sudah mencapai 80 persen.

Pihak DPRK juga telah meminta pendapat dari pihak terkait, seperti Majelis Adat Gayo, DPMK, bahkan para camat. Saat ini, DPRK bersama Kabag hukum sedang melakukan konsultasi dengan Biro Hukum Pemerintahan Aceh, untuk selanjutnya dilakukan koreksi.

"Kami tidak wajib memanggil reje, sebelum draf itu masuk ke DPRK, seharusnya DPMK yang memanggil kepala desa untuk berkoordinasi, setelah dilakukan koordinasi, baru diusul ke legislatif. Jika eksekutif melakukan perubahan qanun, otomatis sudah dilakukan masukan-masukan terlebih dahulu," terang Samsudin.

Eksekutif sebelumnya mengusulkan nama reje diganti ke kepala kampung, namun DPRK bersama pihak terkait sepakat mengganti dengan sebutan gecik bukan geuchik.

"Silahkan cantumkan usulan - usulan secara tertulis dari para reje, mudah-mudahan masih bisa diadopsi dalam qanun ini," tutup Samsudin. | Roma |

Editor:
Sponsored:
Loading...