Breaking News

Gajah Liar Rusak Kebun Warga Lokop

Gajah Liar Rusak Kebun Warga Lokop

Aceh Timur, BERITAMERDEKA.net - Warga Dusun Ketibung Gampong Bunin Kecamatan Serbajadi pedalaman Kabupaten Aceh Timur menjadi resah, pasalnya gajah liar merusak sebahagian besar tanaman pertanian.

Salah seorang tokoh warga Lokop Bukhari Muslim pada awak media Kamis 28 Mei 2020 mengatakan, gajah liar sangat sering masuk di area perkebunan dan merusak tanaman milik warga di daerahnya.

"Sudah mulai dari bulan Pebruari gajah liar sering merusak tanaman, seperti sawit dan tanaman perkebunan lainnya," kata Bukhari.

Sementara itu, warga harus berjaga setiap harinya siang dan malam untuk menghalau gajah liar itu agar jangan sampai merusak perkebunan milik warga.

Bukhari juga mengatakan, hal Ini telah di laporkan oleh Geuchik Gampong Bunin kepada Camat Serbajadi dan CRU Serbajadi, memohon untuk di Lakukan pengusiran gajah Liar yg merusak tanaman masyarakat tersebut agar di kembalikan kehabitat nya supaya tidak lagi meresahkan masyarakat dan terus merusak tanaman masyarakat.

Meskipun, pihak CRU Serbajadi bekerja sama dengan BKSDA Aceh Timur dan Forum Konservasi Lauser dan WSC telah turun Langsung ke kelapangan melakukan berupaya pengusiran, namun upaya tersebut gagal tidak berhasil oleh karna gajah Liar tersebut tidak mau di usir dikarenakan gajah Liar tersebut berbadan daripada gajah2 jinak yang ada di CRU Serbajadi.

“Bila Di paksakan bisa terjadi korban jiwa kata Tem Dari CRU dan BKSDA Aceh Timur. Namun kepala BKSDA Aceh Timur menyaran kan kepada masyarakat melalui  M yusuf Humas CRU Serbajadi agar masalah konflik gajah ini di tangani secepat nya oleh Pemda Aceh Timur.”

“Karna BKSDA Aceh Timur tidak mampu menangani karena keterbatasan anggaran namun masyarakat berharap kepada Pemda Aceh Timur dan Pemerintah Aceh agar agar dapat meninjau Langsung kelapangan serta mengambil kebijakan yang tepat atas terjadinya konflik satwaliar gajah dengan manusia.”harap Bukhari Muslim.

“Apalagi pemerintah Aceh kita ketahui telah membentuk Tim kordinasi penenggulangan konflik Antara manusia dam satwa Liar Propinsi Aceh dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor. 522. 52/ 1098 / 2015 tgk 29 juli 2015.dan Tim pembentukan Satuan tugas penanggulangan konflik Antara manusia dan satwa Liar propinsi Aceh dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh. Nomor. 522. 51/1097/2015 Tgl 29 Juli 2015.”tegas Bukhari Muslim.

“Maka dengan ini kami mohon kepada Bapak Bupati Aceh Timur dan Bapak Gubernur Aceh beserta Dinas terkait segera dapat  meninjau langsung kelapangan demi menghindari terjadinya konflik antara manusia dan satwa Liar gajah yang berkepanjangan.”demikian Bukhari. | syafrul |

Sponsored:
Loading...
Loading...