Breaking News

Bank Aceh

Forum Paguyuban BARSELA Kecam Sikap Rektor UIN Hadang Prof Syahrizal Ikut JPTP Kakanwil Menag Aceh

Forum Paguyuban BARSELA Kecam Sikap Rektor UIN Hadang Prof Syahrizal Ikut JPTP Kakanwil Menag Aceh
Iswandi R

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Barat Selatan Aceh (FPMP BARSEL) mengecam sikap Rektor Universitas Islam Negeri Ar'Raniry terkait dengan permintaan untuk menghentikan/tidak melanjutkan proses seleksi JPTP Kementerian Agama untuk Prof. Syahrizal yg diketahui sudah lulus tahapan seleksi Administrasi.

Menurut Ketua FPMP BARSELA Iswandi R kepada media ini Sabtu 2 Mei 2020 mengatakan, sikap atau keputusan Rektor UIN Ar-Raniry yang menyurati Plt. Dirjen Pendis Kemeterian Agama nomor 4558/Un.08/R/04/2020 tertanggal 27 April 2020 perihal Permohonan tidak melanjutkan proses seleksi JPTP Kementerian Agama an. Syahrizal merupakan langkah yg tidak bijak dan terkesan kekanak-kanakan.

Sebagaimana diketahui Prof. Syahrizal telah dinyatakan lulus seleksi administrasi oleh panitia seleksi dalam surat Pengumuman Nomor 03/PANSEL/04/2020 tertanggal 24 April 2020 yang menempatkan Syahrizal sebagai salah satu calon Kakanwil Menag Aceh bersama dengan 14 calon lainnya.

Namun pada Tanggal 27 April 2020 barulah Rektor meminta untuk tidak melanjutkan proses seleksi yg kemudian disetujui oleh panitia seleksi Kemeterian Agama besok harinya tertanggal 28 April 2020 dengan mengeluarkan surat Nomor. R-106182/SJ/B.II/2-b/Kp.04.2/04/2020 perihal pembatalan kelulusan pada seleksi administrasi pengadaan JPTP Kementerian Agama Tahun 2020 yg ditujukan untuk Prof. Syahrizal.

"Kita sangat menyayangkan sikap Rektor, malah terkesan menghalang-halangi Karir orang lain, seharusnya Rektor yang terdepan memberi dukungan atas semangat dosen-dosen dibawah naungan beliau yang memiliki cita-cita pengabdian untuk berbuat yang terbaik bagi Aceh, ini malah Rektor yang menghambat" Ujar Iswandi

Iswandi menambahkan Jikapuan alasan penghadangan tersebut karena sangat di butuhkan di kampus UIN.

" Toh kenapa Jabatan beliau cuma sebagai dosen biasa saja, sangatlah kecil dibandingkan dengan jabatan kakanwil, lazimnya kampus mengirim kadernya membantu tugas-tugas Negara melalui berbagai sektor pemerintahan, hal tersebut sekaligus menjadi suatu kebanggaan bagi kampus yang mengindikasikan bahwa mereka sukses melahirkan putra-putri terbaiknya untuk berkesempatan berkiprah secara lebih luas, maka penjegalan terhadap Prof sebagai bentuk pemikiran terbalik Rektor, patut menjadi tanda tanya ada apa dibalik semua ini? Sehingga Rektorat meramu alasan Prof dibutuhkan di UIN, sikap Rektor UIN sangat tidak rasional dan terkesan tendensius"

Dalam kesempatan tersebut Iswandi mendesak Rektor untuk dapat mengklarifikasi kembalin surat yang sudah dilayangkan tersebut dan mendesak Rektor untuk dapat mengeluarkan rekomendasi kembali untuk Prof. Syahrizal.

"Jangan sampai surat rektor terkesan menjegal Prof untuk kalah sebelum berkompetisi, biar saja beliau ikut seleksi jika pun nanti tidak terpilih maka bukan sebab jegal-menjegal," tutup Iswandi. |bem|

Sponsored:
Loading...