Breaking News

Bank Aceh

Forum Guru Besar Sesalkan Kebijakan Rektor Terhadap Prof Syahrizal

Forum Guru Besar Sesalkan Kebijakan Rektor Terhadap Prof Syahrizal
Kampus UINAR

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net -  Menyikapi situasi yang berkembang di UIN Ar-Raniry ( UINAR )saat ini, terutama menyangkut pembatalan kelulusan seleksi administrasi pengadaan JPT Pratama Kementerian Agama An. Prof. Syahrizal.

Para Guru Besar UIN Ar-Raniry menyatakan sikap bersama dengan menitik beratkan pada enam poin penting sebagai berikut:

1. Mencermati Surat Penitia Seleksi Pengadaan JPT Pratama Kementerian Agama Tahun 2020 Nomor: R-10682/SJ/B.ll/2-b/KP.04.2/04/2020 tanggal 28 April 2020.

Tentang, pembatalan kelulusan pada Seleksi Administrasi Pengadaan JPT Pratama Kementerian Agama Tahun 2020 An, Sdr. Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.Ag.

Setelah diklarifikasi/meminta keterangan yang bersangkutan (Prof. Dr. Syahrizal, M.Ag), para guru besar merasa prihatin atas kebijakan Rektor UIN Ar-Raniry melalui surat Nomor: 4558/Un.08/R/04/2020 tanggal 27 April 2020.

Perihal mohon tidak melanjutkan proses seleksi JPT An. Syahrizal, melakukan pembatalan yang telah lulus dari seleksi administrasi dan menganggap Itu marupakan career distancing dan merugikan, tidak hanya yang bersangkutan akan tetapi juga lembaga UIN Ar-Raniry itu sendiri.

2. Menyangkut klarifikasi Rektor UIN Ar-Raniry dalam hal ini disampaikan Wakil Rektor I (sdr. Dr. Gunawan Adnan, MA) melalui media online tanggal 2 Mei 2020 (terlampir) bahwa yang bersangkutan tidak berkomunikasi dengan Rektor UIN Ar-raniry 'itu pernyataan yang keliru.

Karena berdasarkan keterangan yang besangkutan telah melakukan komunikasi melalui WA namun tidak mendapat respon dari Rektor (WA terlampir).

Demikian juga menyangkut pernyataan rektor pembatalan karena tidak cukup rasio dosen juga tidak beralasan, karena selama ini Prof. Dr. Syahrizal, M.Ag dan sejumlah Profesor/Guru Besar di UIN Ar-Raniry tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Kapasitas akademiknya hanya sebagai dosen biasa dengan beban akademik minimum 12 SKS.

3. Dengan adanya kasus pembatalan ini, dan telah beredar luas di media dan media sosial (beberapa media terlampir ).

Maka hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di masyarakat dan mahasiswa UIN Ar-Raniry yang tentunya keadaan ini akan merugikan Lembaga Pendidikan Tinggi Islam itu sendiri.

4. Kami meminta kepada Senat Universitas UIN Ar-Raniry untuk mengadakan Rapat Senat guna menyikapi kasus ini dan situasi lainnya yang berkembang di UIN Ar-Ramry saat ini, agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

5. Berdasarkan beberapa pernyataan yang disampaikan, para guru besar itu memohon kepada Bapak Menteri Agama Republik Indonesia, khususnya kepada Panitia Seleksi Pengadaan JPT Pratama Kementerian Agama Tahun 2020 untuk dapat meninjau ulang/mencabut surat pembatalan kelulusan pada seleksi Administrasi Pengadaan JPTPratama Kementerian Agama Tahun 2020 Am Sdr. Prof. Dr. Syahrizal tanggal 28 April 2020.

Forum guru besar juga memohon kepada Bapak Menteri untuk lebih perhatian dengan Kondisi UIN Ar-Raniry, karena masih belum banyak kemajuan.

Dari awal terdapat adanya pelanggaran-pelanggaran (sudah pernah kami sampaikan sebelumnya, kami lampirkan kembali dilampiran terpisah) baik secara administratif dan akademik, sehingga terindikasi selama ini situasi di UIN Ar-raniry agak kurang kondusif.

6. Demikianlah Pernyataan Sikap Kami, Forum Guru Besar UIN Ar-Raniry, semoga ada manfaatnya dan kita berharap Lembaga Pendidikan Tinggi Islam ini terus maju dan dapat berkiprah serta bermutu baik secara regional maupun ditingkat global.

Enam pernyataan sikap bersama para guru besar itu, ditandatangani sebanyak 11 profesor, satu sakit dan empat tidak menandatangani, termasuk rektor.

Sementara, Rektor UIN Ar-raniry, Prof Warul Walidin ketika dihubungi media ini, Jumat 8 Mei 2020, untuk menanyakan tentang pernyataan sikap tersebut belum bisa terhubungi. Beberapa kali dikontak tidak menjawab baik telpon mau pun lewat WA.

Sebelumnya, Wakil Rektor 1 bidang akademik dan kelembagaan, H Gunawan, MA, PhD mengatakan, bahwa Prof Syahrizal masih dibutuhkan di kampus. | red |

Sponsored:
Loading...