Breaking News

Fadhlullah Memburu ‘Dalang’ Keresahan Petani

Fadhlullah Memburu ‘Dalang’ Keresahan PetaniFOTO: Istimewa
Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud turun ke sawah

JULUKAN petani mulia pada saat ini tidak lagi seindah dulu. Di mana para petani terlihat gembira-ria saat sedang musim panen dan juga jenis hama belum begitu ganas menghantam tanaman padi sawah.

Kini hal itu hanya tinggal kenangan yang rasanya sulit ternikmati pada masa sekarang. Untuk bertanam padi sawah pada saat ini petani harus lebih dahulu berpikir tujuh keliling. Karena keganasan berbagai jenis hama terus mengintai mereka (petani) yang merupakan hama utama tanaman padi selalu menghantui pikiran petani.

Terkadang para petani membiarkan lahannya tidak diolah atau menunda untuk bertanam padi hanya karena takut dan trauma terhadap keganasan hama penyakit. Sebagian mereka bertanam jagung atau kacang dengan maksud untuk mengelakkan hama.

Namun usaha menghindari itu tidak punya arti apa-apa karena berbagai jenis hama tanaman itu tetap saja tidak peduli terhadap situasi demikian dan jika padi tertanam hama akan menghantamnya. Peristiwa semacam ini setiap musim tanam selalu dialami dan menghadang para petani.

Menghindari hal yang selalu meresahkan para petani itu, Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud terpaksa turun tangan langsung melakukan pemantauan sekaligus memimpin kegiatan penyemprotan masal tanaman padi milik petani yang terserang hama ulat di Gampong Amud, Kecamatan Glumpang Tiga.

Seharusnya di saat-saat tanaman padi menjelang panen seperti sekarang ini para peni menjadi senang dan gembira. Tapi, justru yang terjadi sebaliknya adalah dihantui dengan berbagai perasaan kegelisahan aka nada ancaman kegagalan panen di musim ini.

Namun ternyata kegelisaan para petani itu cepat terbaca oleh pemangku kepentingan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, terhadap kondisi dan upaya penyelamatan puluhan hektare tanaman padi milik petani di Glumpang Tiga, dari serangan hama ulat.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, mengatakan, Pemkab Pidie melalui Dinas Pertanian setempat telah melakukan kegiatan penyemprotan masal terhadap tanaman padi milik petani Blang Lueng Angen, Gamong Amud Mesjid, Kecamatan Glumpamng Tiga.

Diketahui jenis hama yang menyerang tanaman padi milik petani tersebut adalah ulat penggulung dan hama ulat penggerek batang. Akibat terserang hama ulat ini menyebabkan para petani was-was karena khawatir produksi panen akan menurun.

Bang Fad, sapaan akrab untuk Wakil Bupati Pidie itu, Jumat 3 Juli 2020 lalu mengatakan, untuk menanggulangi serangan hama ulat tersebut, Pemkab Pidie mengerahkan petugas Dinas Pertanian.

Pihaknya juga terus mengupayakan solusi untuk membantu masyarakat petani yang tanaman padinya terserang hama.

“Kami sangat berharap para penyuluh bisa bergerak cepat dalam menangani hama ulat yang menyerang tanaman padi petani kita ini,“ ujarnya.

Wakil Bupati Pidie mengungkapkan, kegiatan penyemprotan masal yang dilakukan di kawasan Blang Lueng Angen, Gampong Amud Mesjid, Kecamatan Glumpang Tiga terhadap tanaman padi dihamparan seluas 10 hektare.

Menurut Bang Fad, peristiwa yang sama juga pada Musim Tanam Gadu (MTG) yang lalu areal tanaman padi penduduk juga diserang hama ulat sehingga dilakukan penyemprotan masal, sehingga berdampak pada penurunan hasil panen hingga mencapai 50 persen .

Wakil Bupati Pidie itu menjelaskan, hama ulat termasuk hama utama pada tanaman padi yang bisa mengakibatkan gagal panen. Diperkirakan masih banyak areal persawahan di kawasan lain tanaman padi terserang hama ulat.

“Karena itu kita akan menurunkan petugas pertanian untuk memantau dan mengatasi pergerakan hama ulat ini, “ tandasnya.

Kegiatan penyemprotan masal tanaman padi petani yang terserang hama ulat itu dilakukan, selain melibatkan para petani juga turut ikut petugas di jajaran Dinas Pertanian. Meski diakui berbagai upaya selama ini telah dilakukan, namun kehilangan hasil panen dan bahkan dapat menggalkan panen sering dialami para petani akibat hama penyakit yang terus menghantui.

Terancam Gagal Panen

Secara terpisah beberapa tokoh tani menyatakan kepedulian Wakil Bupati Pidie terhadap keresahan para petani menjadi yang patut dicontoh oleh pihak pejabat lain. Perang terhadap hama ulat itu harus cepat dilakukan.

Jika tidak diantisipasi mulai sekarang dipastikan petani akan gagal panen. Bila ini yang terjadi petani mengalami kerugian bisa mencapai miliaran rupiah.| Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...