Breaking News

Bank Aceh

Enam Pelaku Meusum Ditangkap Warga, Ada Wanita Bersuami

Enam Pelaku Meusum Ditangkap Warga, Ada Wanita Bersuami
Sedang Diintograsi Polisi Syariat Kota Langsa

Langsa, BERITAMERDEKA.net -
Diduga melakukan hubungan terlarang, sejumlah warga Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, menangkap pasangan non muhrim, MZ (32) dan LW (35) sedang berduaan dalam rumah di Lorong P. Thaib Gampong tersebut sekira pukul 2:00 WIB dini hari, Sabtu (21/11/2020).

Dari informasi MZ, pria beristri, wiraswasta, warga Gampong Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang. Sementara LW, ibu anak satu yang ditinggal suaminya bertugas di pulau Jawa.

Menurut saksi pada pengrebekan itu Sayed, warga setempat mengatakan, sebelumnya ia dan warga lainnya merasa curiga terhadap gelagat MZ yang selama seminggu sering berkunjung tengah malam kerumah LW dan pulang pagi.

Atas dasar tersebut warga menggerebek rumah MZ dan menemukan LW sudah berada di pintu belakang hendak melarikan diri.

Salah seorang dijaga pegawai Syariat Islam

Di Gampong yang sama, kata Sayed lagi, warga juga menangkap RM (17) dan FJ (16). Kedua gadis tersebut juga ikut digrebek warga saat bersama laki laki di dalam rumah. Namun laki laki tersebut berhasil melarikan diri.

Diketahui, RM warga lorong Nga Gampong Teungoh, sedangkan FJ warga Gampong Paya Ketenggar, Aceh Tamiang.

Lebih lanjut dijelaskan Sayed, sekira pukul 3:00 dini hari, MZ, LW, RM dan FJ digiring warga ke kantor Syariat Islam kota Langsa untuk diamankan.

Sementara itu hal yang sama terjadi di Gampong Geudubang Jawa, Kecamatan Langsa Baro, sekira pukul 21:30 WIB, warga menggerebek sebuah rumah dan menangkap pasangan non muhrim.

Keduanya adalah Yul (40), warga setempat, dan pasangan prianya El (43), warga Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat. Warga juga membawa pasangan ini ke kantor Dinas Syariat Islam.

Ke enam orang tersebut langsung di proses secara maraton di Kantor Syariat Islam kota Langsa. Sejumlah perangkat dan keluarga pelaku ikut hadir.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa, Aji Asmanuddin saat mengelar pertemuan dengan sejumlah perangkat gampong dan keluarga pelaku terlihat sangat bijaksana.

"Karena ada surat dari Geuchik Gampong Geudubang Jawa meminta diselesaikan secara adat di gampongnya, maka DSI tidak dapat menolaknya," tukas Aji, saat mengelar pertemuan dengan perangkat gampong dan keluarga pelaku diruang kerjanya, Sabtu (21/11/2020).

Selanjutnya, kata Aji lagi, kasus tersebut dianggap selesai dan kasus RM dan FJ di Gampong Teungoh juga dibebaskan tidak dapat di proses karena pelaku melarikan diri, serta para saksi yang menangkap tidak dapat membuktikan.

Sementara, proses pengrebekan pasangan non muhrim antara MZ dan LW sangat alot, karena saksi berkelit saat menjawab sejumlah pertanyaan, hingga sore hari belum selesai. Untuk itu kasus ini dilanjutkan pada pukul 20:00 WIB malam ini.

"Mereka minta didamaikan, makanya malam ini dilanjutkan pembicaraan untuk mencari jalan penyelesaian yang baik," ungkap Aji Lagi.

Dijelaskan, karena semua kasus lemah di pembuktian dan keterangan saksi yang berbelit serta permintaan dari pihak pihak untuk berdamai, maka diselesaikan secara kekeluargaan, tutup Aji. | syafrul |

Sponsored:
Loading...